InfoMatoa, (Tambrauw) | Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath, menegaskan pentingnya pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab terhadap Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan kedua dana yang bersumber dari APBN untuk mendukung operasional sekolah, meningkatkan kualitas pendidikan, dan meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.
Transparansi dan Akuntabilitas Dana Pendidikan
Bupati Yeskiel Yesnath menegaskan bahwa dana pendidikan adalah amanah yang harus dikelola secara tepat.
“Dana ini adalah amanah. Kepala sekolah dan bendahara wajib memahami mekanisme penggunaan hingga pertanggungjawaban keuangannya,” ujar Yeskiel saat memberikan arahan di SMP Negeri 1 Sausaor, Tambrauw, Jumat (24/10).
Ia menekankan agar tidak ada celah penyalahgunaan dana pendidikan yang dapat merugikan negara maupun masa depan generasi muda. Selain itu, ia mengingatkan seluruh pengelola untuk selalu menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap kegiatan.
Bupati juga menambahkan bahwa sosialisasi dan pembinaan teknis bagi kepala sekolah, bendahara, dan guru sangat penting. “Setiap rupiah dari dana pendidikan adalah hak anak didik. Penyimpangan, mulai dari mark-up hingga laporan fiktif, akan berdampak hukum serius,” tegasnya. Dengan pendekatan ini, diharapkan seluruh pihak memahami tanggung jawab mereka dan mampu mengelola dana dengan benar.
Peran Sekolah dan Masyarakat
Sekolah telah menggunakan dana BOSP dan BOP untuk berbagai kegiatan, termasuk pengadaan buku, alat tulis, perbaikan fasilitas, dan peningkatan kompetensi guru. Selain itu, dana ini membantu siswa kurang mampu tetap bersekolah dan mengurangi angka putus sekolah. Bupati Yeskiel berharap kepala sekolah mengelola dana secara efisien agar siswa dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
“Konsekuensinya jelas: pidana penjara, denda, dan penggantian kerugian negara. Jangan pernah bermain-main dengan dana pendidikan,” tandas Yeskiel.
Pemkab Tambrauw juga mengajak masyarakat dan orang tua untuk ikut memantau penggunaan dana pendidikan. Pengawasan kolektif dapat mencegah penyimpangan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Dengan sosialisasi, pengawasan, dan pembinaan yang berkelanjutan, Pemkab Tambrauw menargetkan terciptanya sistem pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sehingga generasi muda memperoleh haknya secara adil dan berkualitas. [Red]









