InfoMatoa, (Tambrauw) | Udara sejuk Distrik Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw, mengiringi perayaan HUT 17 Kabupaten Tambrauw yang berlangsung bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-97. Ratusan pelajar, ASN, tokoh adat, serta aparat TNI-Polri mengikuti upacara di Lapangan Apel Kantor Bupati Tambrauw, Rabu (29/10).
Wakil Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M., memimpin langsung jalannya upacara. Ia menyampaikan pesan tegas mengenai arah pembangunan dan jati diri Tambrauw sebagai kabupaten konservasi yang tangguh dan berdaya saing.
Tambrauw Jadi Daerah Unggulan Konservasi
Dalam amanatnya, Wagub Ahmad menegaskan pentingnya percepatan pembangunan yang berimbang serta berpihak pada kelestarian alam.
“Tambrauw harus melangkah lebih cepat sebagai daerah unggulan di provinsi baru ini. Usia 17 tahun bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk evaluasi, refleksi, dan percepatan.” tegas Wagub Ahmad Nausrau.
Selain itu, ia menyoroti identitas Tambrauw yang sejak 2018 telah resmi sebagai Kabupaten Konservasi berdasarkan Perda No. 6 Tahun 2018. Sekitar 77–80 persen wilayah Tambrauw berada di kawasan konservasi, sehingga pembangunan harus menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian lingkungan.
“Harmoni antara pembangunan dan lingkungan adalah jati diri Tambrauw yang wajib kita pertahankan.” ujarnya.
Wagub Ahmad menilai potensi alam dan kearifan lokal Tambrauw dapat menjadi daya tarik wisata unggulan Papua Barat Daya. Karena itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi PBD untuk memperkuat sinergi agar pembangunan pariwisata dan ekonomi lokal benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Dengan adanya Bandara DEO Sorong yang berstatus internasional, akses menuju wilayah barat Papua kini semakin terbuka.
Komitmen Bupati untuk Dampak Nyata ke Rakyat
Sementara itu, Bupati Tambrauw Yeskiel Yesnath menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah provinsi.
“Pesan Wagub menjadi motivasi bagi kami untuk memperbaiki kinerja dan memastikan pembangunan membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat.” ujar Bupati Yesnath.
Ia kemudian menegaskan arah kebijakannya yang berfokus pada penguatan ekonomi lokal, peningkatan pelayanan dasar, dan pembangunan konektivitas antarwilayah. Dengan demikian, setiap program pemerintah diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat di kampung dan distrik terpencil.
“Kami ingin pembangunan di Tambrauw benar-benar terasa hingga ke akar masyarakat.” pungkasnya.
[Red]









