InfoMatoa, (Teluk Wondama) | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mewujudkan Program Astacita Presiden Prabowo Subianto menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang digelar di Wasior, Teluk Wondama, Senin (8/9).
Dominggus menegaskan, PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah untuk melaksanakan program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesehatan, pendidikan, dan kualitas keluarga.
“Gerakan PKK dapat menjadi motivator dan dinamisator masyarakat, maka dibutuhkan komitmen semua kader,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan pemberdayaan keluarga harus menjadi prioritas. Karena itu, seluruh kader PKK di Papua Barat diharapkan berperan aktif mendukung program pembangunan daerah sekaligus target pembangunan nasional.
Selain itu, Gubernur juga mengajak PKK untuk berpartisipasi menyukseskan tiga program prioritas Pemprov Papua Barat, yakni:
- Papua Barat Cerdas – peningkatan kualitas pendidikan.
- Papua Barat Sehat – penguatan layanan kesehatan.
- Papua Barat Produktif – pemberdayaan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP).
Dominggus menambahkan, PKK juga berperan dalam mendukung program nasional yang dijalankan di daerah, seperti penanganan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan edukasi lingkungan.
Sementara itu, Ketua PKK Papua Barat Juliana A. Mandacan menjelaskan, peringatan HKG PKK ke-53 bertujuan menguatkan peran kader PKK dalam pembangunan berbasis keluarga sekaligus mengoptimalkan sepuluh program pokok PKK.
“Gerakan PKK harus membawa dampak perubahan di semua sektor kehidupan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat yang dimulai dari keluarga,” kata Juliana.
Rangkaian HKG PKK ke-53 yang berlangsung 8–10 September 2025 di Wasior juga diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan kesehatan gratis, edukasi pelajar, gerakan keluarga sadar administrasi kependudukan, penyaluran bantuan sembako, serta bazar produk lokal untuk mengangkat potensi daerah. [Red]









