InfoMatoa, (Teluk Bintuni) | Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penguatan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial berdimensi keagamaan.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (2/8/2025) di Aula Kantor Kemenag di Kampung Tisay, dengan melibatkan perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di daerah tersebut.
Kepala Seksi Bimas Islam dan Pendidikan Islam Kemenag Teluk Bintuni, Nurkholis, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan membangun komitmen bersama antarormas dalam mendeteksi dan meredam potensi konflik sejak dini, baik yang bersumber dari dalam maupun antar kelompok agama.
“Kami ingin ormas Islam bisa bersinergi dan menjadi garda terdepan dalam meredam konflik yang bisa timbul di tengah kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Menurut Nurkholis, perkembangan era digital saat ini memicu maraknya penyebaran informasi yang tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan. Banyak orang, katanya, belum memiliki kemampuan literasi digital yang memadai, sehingga mudah terprovokasi oleh informasi bermuatan kebencian dan ujaran permusuhan.
“Melalui forum ini, kita berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan. Kita tidak bisa menjamin konflik tak terjadi, tetapi minimal kita bisa menyamakan visi untuk bersama-sama mencegahnya,” kata Nurkholis.
Ia menambahkan bahwa peran aktif ormas keagamaan sangat penting, terutama dalam memberi klarifikasi atas isu-isu sensitif yang berkembang di masyarakat. Dengan begitu, akar permasalahan bisa diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
FGD ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kemenag Teluk Bintuni dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. (Red)









