InfoMatoa, (Yahukimo) | Prajurit Korps Marinir dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 5 membagikan bingkisan natal di Desa Bruto, Yahukimo. Aksi ini menghangatkan suasana dingin di pegunungan Papua Pegunungan pada Minggu (28/12). Selain itu, langkah kaki para prajurit memecah kesunyian jalur setapak desa tersebut. Mereka datang membawa misi kemanusiaan yang sangat tulus di penghujung tahun.
Para prajurit berseragam loreng ini tidak membawa senjata untuk operasi tempur. Sebaliknya, mereka hadir membawa simbol kasih persaudaraan bagi warga di wilayah pedalaman.
Keceriaan di Desa Bruto
Anak-anak Desa Bruto menyambut kedatangan para prajurit dengan antusiasme yang sangat tinggi. Oleh karena itu, suasana haru dan tawa segera bercampur saat personel Marinir membagikan bantuan berikut:
- Topi merah khas Natal yang langsung anak-anak gunakan dengan gembira.
- Pakaian baru guna mendukung kelancaran perayaan hari raya.
- Camilan dan makanan yang seringkali menjadi barang langka di wilayah tersebut.
Kehadiran TNI Angkatan Laut ini memberikan rasa aman sekaligus kehangatan keluarga bagi warga. Selain itu, Patius (56) sebagai tokoh masyarakat mengaku tersentuh melihat pendekatan humanis para prajurit.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian ini. Kehadiran Bapak-bapak Marinir membuat kami merasa tenang dan Natal kali ini sungguh penuh kedamaian. Mereka tidak menjaga jarak, tapi membaur seperti keluarga sendiri,” ungkap Patius.
Komitmen TNI: Keamanan dan Kesejahteraan
Sejalan dengan hal tersebut, Dansatgas Pamtas RI–PNG Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, memberikan penegasan. Beliau menyebut aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk membantu kesulitan rakyat. Menurutnya, memastikan warga bisa beribadah dengan tenang merupakan prioritas utama Satgas.
“Kami ingin memastikan seluruh warga di sini merayakan Natal dengan perasaan aman, nyaman, dan bahagia,” tegas Letkol Pristiyanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa interaksi langsung melalui bantuan ini memberikan dampak positif. Langkah tersebut jauh lebih efektif dalam memperkuat ikatan emosional antara aparat keamanan dan warga lokal. [Red]









