InfoMatoa, (Tolikara) | Pemerintah Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos., meluncurkan dua program unggulan bidang kesehatan dan gizi. Program tersebut yaitu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta Sarapan Sehat Anak Sekolah (SARASEHAN). Keduanya memperkuat komitmen Pemkab Tolikara dalam menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Membangun SDM Unggul Sejak Dini
Kegiatan peluncuran berlangsung di Distrik Nabunage pada Senin, 20 Oktober 2025. Acara ini dihadiri lebih dari 250 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, guru, dan tenaga kesehatan. Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda, S.H., M.Si., memimpin langsung acara tersebut. Mereka juga berdialog dengan warga untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya gizi seimbang.
“Program ini bagian dari visi dan misi kami dalam membangun SDM unggul. Kami ingin anak-anak Tolikara memiliki gizi baik agar tumbuh menjadi generasi cerdas dan siap memimpin masa depan.” ujar Bupati Wandik.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusia. Karena itu, ia mendorong semua perangkat daerah berkolaborasi memperkuat edukasi gizi, terutama bagi ibu hamil dan anak usia dini.
Wakil Bupati Yotam Wonda menekankan pentingnya memanfaatkan hasil alam lokal agar program gizi mendukung kemandirian ekonomi daerah.
“Kami ingin bahan pangan dalam program ini bersumber dari hasil alam lokal. Dengan cara itu, ekonomi warga akan tumbuh dan kemandirian pangan tercapai.” kata Wabup Yotam.
Sinergi Daerah dan Nasional
Kepala Dinas Kesehatan Tolikara, Elius Enembe, S.Kep., M.Kes., bersama Direktur RSUD Karubaga, dr. Sarpa Pabisa, mengajak setiap keluarga menjaga pola makan bergizi. Mereka juga menekankan pentingnya peran ibu dalam memastikan anak-anak mendapat asupan nutrisi seimbang.
Program 1.000 HPK dan SARASEHAN yang telah dijalankan sejak 2014 dan 2023 sejalan dengan kebijakan nasional pencegahan stunting. Program ini juga mendukung visi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Tolikara menjadi daerah percontohan karena berhasil mengoptimalkan pangan lokal sebagai sumber gizi masyarakat.
Sebagai langkah awal, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan gizi secara simbolis kepada warga Distrik Nabunage. Setelah itu, keduanya mengunjungi SD dan SMP di wilayah tersebut untuk memastikan pelaksanaan program berjalan baik. Pemkab Tolikara berencana memperluas kegiatan ini ke seluruh distrik agar setiap warga mendapat layanan gizi yang merata. [Red]









