InfoMatoa, (Lanny Jaya) | Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, memastikan stok bahan pokok (Bapok) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, harga jual di tingkat pengecer masih berfluktuasi dan jauh melampaui harga nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa rantai distribusi di wilayah pegunungan masih menghadapi tantangan berat.
Ketersediaan Aman, Harga Tak Stabil
Hasil pemantauan pasar menunjukkan bahwa seluruh komoditas utama tersedia dalam jumlah cukup. Tidak ada laporan kelangkaan untuk beras, gula, maupun BBM. Meski stok mencukupi, harga di lapangan berubah cepat. Beberapa komoditas naik, sementara lainnya turun. Beras Bulog ukuran 50 kilogram meningkat dari Rp1.200.000 menjadi Rp1.300.000. Beras 99 ukuran 20 kilogram juga naik dari Rp580.000 menjadi Rp600.000. Sebaliknya, beras 99 ukuran 5 kilogram turun dari Rp180.000 menjadi Rp160.000, dan gula pasir per 50 kilogram turun dari Rp1.400.000 menjadi Rp1.300.000.
Harga eceran di Tiom tetap tinggi. Gula pasir eceran dijual Rp30.000–Rp40.000 per kilogram. Minyak goreng 5 liter mencapai Rp160.000–Rp180.000, dan daging babi menembus Rp225.000 per kilogram. Perbedaan harga ini menandakan biaya logistik yang besar dan sistem distribusi yang belum efisien.
BBM Masih Jauh dari Harga Normal
Harga BBM di Lanny Jaya juga belum sesuai dengan kebijakan BBM Satu Harga. Warga membeli bensin atau pertalite seharga Rp20.000 per liter, minyak tanah Rp25.000 per liter, dan solar dengan harga serupa. Mahalnya ongkos angkut dari Wamena membuat harga BBM sulit turun. Setiap kenaikan biaya transportasi langsung berdampak pada harga di pengecer.
Pengawasan Pasar Harus Diperkuat
Laporan monitoring menyebut bahwa perubahan harga terjadi karena harga pembelian awal di Jayawijaya meningkat dan pengawasan pasar kurang maksimal. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya harus memperkuat peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar pengendalian harga berjalan efektif. Dinas perlu rutin memantau stok dan harga agar tidak terjadi penimbunan. Pengawasan aktif akan membantu menjaga stabilitas ekonomi dan meringankan beban masyarakat pegunungan. [Red]









