InfoMatoa, (Jayawijaya) | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar rapat koordinasi terkait penyelenggaraan pembangunan 2.000 unit rumah di wilayahnya, Jumat (8/8) di Hotel Grand Baliem Pilamo, Wamena. Rapat ini dihadiri Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, perwakilan Kementerian Perumahan Rakyat, Ditjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, serta Forkopimda setempat.
Gubernur Jhon Tabo menjelaskan, program ini merupakan instruksi Presiden yang memberikan total sekitar 2.200 unit rumah tipe 45 dan tipe 90 untuk masyarakat, termasuk para kepala suku.
“Selain pembangunan rumah, Presiden juga memberikan perhatian pada infrastruktur jalan, pengembangan pertanian, dan program strategis lainnya,” ujarnya.
Perwakilan Ditjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, Brigjen Pol. Dr. Aziz Andriansyah, menekankan pentingnya pengelolaan teknis yang efektif, manajemen risiko, serta sosialisasi yang adil kepada penerima manfaat agar tidak memicu kecemburuan sosial. Sementara itu, Ditjen Perumahan Pedesaan Dr. Drs. Imran memaparkan bahwa data backlog perumahan di Papua Pegunungan masih tinggi, sehingga dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Rapat juga diwarnai usulan Bupati Jayawijaya agar sebagian jatah rumah dari kabupaten lain dapat dialokasikan ke Jayawijaya, mengingat tingginya jumlah penduduk dari berbagai kabupaten yang tinggal di wilayah tersebut. Gubernur menyatakan usulan ini akan dipertimbangkan lebih lanjut.
Pembangunan 2.000 unit rumah ini diharapkan menjadi langkah awal pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Papua Pegunungan serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. [Red]









