InfoMatoa (Papua Pegunungan) | Sejumlah tokoh Papua Pegunungan kompak menyerukan pesan damai dan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh aksi-aksi demonstrasi anarkis yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Mereka menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya kedamaian di Tanah Papua.
Ismail Keikyera, Kepala Suku Besar Momuna Kabupaten Yahukimo, dan Karmin G. Yikwa, Tokoh Adat Kabupaten Tolikara, meminta masyarakat tidak mengikuti provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Kami mengajak semua warga Papua untuk tidak terprovokasi dan tidak meniru aksi-aksi anarkis yang terjadi di daerah lain. Papua harus tetap menjadi tanah damai, tempat semua orang merasa aman dan dihargai,” tegas Ismail Keikyera.
Karmin G. Yikwa menambahkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan secara damai.
“Mari kita ciptakan Papua yang aman, adil, dan sejahtera dengan cara-cara damai. Tokoh adat memiliki tanggung jawab moral untuk merangkul masyarakat dan mengarahkan aspirasi secara bijak,” ujarnya.
Senada dengan itu, Teka Kogoya, Kepala Suku Kampung Palunggame Kabupaten Lanny Jaya, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
“Saya menghimbau kepada masyarakat Lanny Jaya agar tetap menjaga kedamaian,” ujarnya.
Williem Nukaipra, Kepala Suku Lepki Kabupaten Pegunungan Bintang, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu peserta aksi unjuk rasa di Jakarta.
Ia mengajak seluruh warga Papua dan Indonesia untuk berpikir jernih serta mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
“Mari kita bersama-sama menjaga situasi di Indonesia. Saya berharap Indonesia tetap damai tanpa mementingkan kepentingan golongan tertentu,” tegasnya.
Para tokoh-tokoh ini berharap Tanah Papua dapat menjadi teladan daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan perdamaian di tengah keberagaman.
Mereka mengajak tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh umat untuk bahu-membahu menjaga stabilitas keamanan dan menolak segala bentuk provokasi di seluruh Tanah Papua. [Red]









