Kepala Suku Papua Pegunungan Ajak Jaga Perdamaian dan Tolak Aksi Anarkis

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 18:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa (Papua Pegunungan) | Sejumlah tokoh Papua Pegunungan kompak menyerukan pesan damai dan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh aksi-aksi demonstrasi anarkis yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Mereka menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya kedamaian di Tanah Papua.

Ismail Keikyera, Kepala Suku Besar Momuna Kabupaten Yahukimo, dan Karmin G. Yikwa, Tokoh Adat Kabupaten Tolikara, meminta masyarakat tidak mengikuti provokasi yang dapat memecah belah persatuan.

“Kami mengajak semua warga Papua untuk tidak terprovokasi dan tidak meniru aksi-aksi anarkis yang terjadi di daerah lain. Papua harus tetap menjadi tanah damai, tempat semua orang merasa aman dan dihargai,” tegas Ismail Keikyera.

Karmin G. Yikwa menambahkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan secara damai.

“Mari kita ciptakan Papua yang aman, adil, dan sejahtera dengan cara-cara damai. Tokoh adat memiliki tanggung jawab moral untuk merangkul masyarakat dan mengarahkan aspirasi secara bijak,” ujarnya.

Senada dengan itu, Teka Kogoya, Kepala Suku Kampung Palunggame Kabupaten Lanny Jaya, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Lanny Jaya agar tetap menjaga kedamaian,” ujarnya.

Williem Nukaipra, Kepala Suku Lepki Kabupaten Pegunungan Bintang, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu peserta aksi unjuk rasa di Jakarta.

Baca Juga :  Umat Katolik Meriahkan Karnaval Sinode Keuskupan Jayapura di Oksibil, Pegunungan Bintang

Ia mengajak seluruh warga Papua dan Indonesia untuk berpikir jernih serta mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi di Indonesia. Saya berharap Indonesia tetap damai tanpa mementingkan kepentingan golongan tertentu,” tegasnya.

Para tokoh-tokoh ini berharap Tanah Papua dapat menjadi teladan daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan perdamaian di tengah keberagaman.

Baca Juga :  Polri Perketat Patroli Usai Serangan KKB di Yahukimo

Mereka mengajak tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh umat untuk bahu-membahu menjaga stabilitas keamanan dan menolak segala bentuk provokasi di seluruh Tanah Papua. [Red]

BERITA LAINNYA

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo
Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena
Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN
Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan
Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas
Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim
Awal Tahun 2026, Stok BBM di Kenyam Nduga Dipastikan Aman dan Mencukupi
Membentang di 3 Provinsi, Luas Taman Nasional Lorentz Tembus 2,4 Juta Hektare
Berita ini 9 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:12 WIT

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:51 WIT

Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIT

Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:40 WIT

Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:45 WIT

Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!