InfoMatoa, (Yahukimo) | Kepolisian melalui Satgas Operasi Damai Cartenz memperketat patroli di Kabupaten Yahukimo pasca-serangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak di Distrik Seradala. Aksi penyerangan sejak Minggu (20/9) malam hingga Senin (21/9) pagi itu dilaporkan menewaskan sedikitnya lima warga sipil.
Sebagaimana diberitakan Tribun-Papua.com, dua pekerja tambang ditemukan tewas di Jalan Poros Kampung Bingki pada Minggu malam, sementara tiga orang lainnya menjadi korban di Camp Kali Kulum sehari kemudian. Serangan yang menggunakan panah dan senjata api itu menimbulkan kepanikan di kalangan pendulang emas.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengonfirmasi laporan adanya tambahan korban, namun identitas maupun jumlah final masih menunggu proses evakuasi.
“Informasi sementara menyebutkan ada lima korban jiwa. Tetapi kepastian data baru bisa dipublikasikan setelah evakuasi berhasil dilakukan,” jelasnya dalam siaran pers di Jayapura, Rabu (24/9).
Proses evakuasi tertunda akibat hujan deras dan derasnya arus sungai yang menghambat pergerakan tim menuju lokasi kejadian. Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan langkah pengamanan diperkuat untuk mencegah aksi susulan.
“Fokus kami adalah memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus mencegah jatuhnya korban lagi,” kata Adarma.
Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.
Polri menegaskan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama, dan kerja sama seluruh pihak dibutuhkan demi menjaga stabilitas keamanan di Papua.
[Red]









