InfoMatoa, (Tolikara) | Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama aparat keamanan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Cartenz 2025. Langkah ini bertujuan memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan damai. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Apel Polres Tolikara, Distrik Karubaga, Jumat (19/12).
Sekda Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Douw, memimpin apel ini selaku Inspektur Apel. Bupati Tolikara Wilem Wandik dan Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw turut menghadiri langsung kegiatan tersebut.
Kesiapsiagaan Menghadapi Lonjakan Mobilitas
Sekda Yosua Noak Douw membacakan amanat Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan ekstra pada momentum Nataru tahun ini. Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat secara nasional mencapai 119,5 juta orang. Angka ini meningkat sekitar 7,97% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra. Mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Sekda saat membacakan amanat.
Operasi Lilin Cartenz: 14 Hari Menjaga Kedamaian
Operasi kepolisian terpusat ini akan berlangsung selama 14 hari sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Kekuatan gabungan di Tolikara terdiri dari personel Polres, Kodim 1716, serta Satgas Yonif 511/DY.
Secara nasional, operasi melibatkan 146.701 personel gabungan. Petugas menempatkan ribuan pos pengamanan di objek vital seperti gereja, pusat perbelanjaan, dan titik wisata.
Fokus Keamanan: Terorisme hingga Cuaca Ekstrem
Petugas fokus pada keamanan ibadah di gereja sekaligus mewaspadai beberapa tantangan serius lainnya:
- Ancaman Terorisme: Petugas melakukan sterilisasi tempat ibadah dan pengamanan ketat di pusat keramaian.
- Bencana Alam: BMKG memprediksi adanya puncak musim hujan dan potensi cuaca ekstrem hingga Februari 2026.
- Kamseltibcarlantas: Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menjamin kelancaran arus kendaraan di jalur arteri.
Harapan untuk Masyarakat Tolikara
Bupati Tolikara dan jajaran Forkopimda berharap gelar pasukan ini mampu meminimalisir angka kriminalitas di Tolikara. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya toleransi beragama dalam menjaga kekhidmatan ibadah Natal.
“Keberhasilan pengamanan ini adalah tanggung jawab bersama. Terus tingkatkan soliditas karena hal tersebut adalah kunci utama keberhasilan operasi,” pungkas Sekda menutup amanat.
Penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel mengakhiri apel tersebut. Hal ini menandai dimulainya pengabdian aparat dalam mengawal kenyamanan warga Tolikara. [Red]









