InfoMatoa, (Tolikara) | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, menggelar kegiatan rohani akbar di Gereja Ebenhaiser Karubaga, Senin (20/10). Acara bertajuk Seminar Okultisme dan Ibadah Syukuran ini memperkuat iman jemaat sekaligus menandai peluncuran 2.000 eksemplar Alkitab Bahasa Lani Terjemahan Edisi Terbaru.
Waspada Tipu Muslihat Iblis
Kegiatan bertema “Waspadalah Lawanmu Iblis” dan subtema “Lepaskanlah Kami Dari Yang Jahat (Mat. 6:13b)” ini dihadiri 500 jemaat dan tokoh masyarakat. Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., memimpin langsung jalannya acara.
Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th., M.A., membuka seminar dengan pesan agar umat Kristiani selalu sadar terhadap pengaruh jahat.
“Iblis menggunakan tipu muslihat, godaan, dan kebohongan untuk menjauhkan manusia dari kehendak Tuhan.” ujarnya
Ia mengajak jemaat Tolikara untuk bersandar penuh pada kuasa Tuhan agar hidup mereka tetap dalam terang Kristus.
Seminar juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Tolikara, Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M., serta tokoh adat, agama, dan masyarakat. Kehadiran misionaris seperti Pdt. David Enns, Pdt. Dave Martin, dan Pdt. Keith Wiederwax memperkaya sudut pandang teologis.
Alkitab Bahasa Lani, Penjaga Moral Tanah Toli
Bupati Willem Wandik menegaskan pentingnya peluncuran Alkitab Bahasa Lani sebagai upaya memperkuat moral masyarakat Tolikara.
“Pelayanan kami tidak boleh berjalan tanpa iman.” tegasnya
Ia mengingatkan agar nilai iman dan moral yang diwariskan para misionaris terus dijaga.
“Tanah Toli harus bebas dari iri hati, kebencian, dan emosi yang bisa menghancurkan persaudaraan.” tambahnya
Sebagai penutup, Bupati menyerahkan kartu identitas peserta secara simbolis dan membuka sesi lanjutan tentang pengenalan okultisme. Peserta juga menerima materi terkait kuasa Yesus Kristus dalam mengalahkan kegelapan.
Peluncuran 2.000 Alkitab Bahasa Lani menjadi langkah nyata GIDI untuk memperbarui iman umat. Alkitab versi terbaru ini memudahkan jemaat memahami firman Tuhan dalam bahasa yang akrab dengan budaya mereka. Kegiatan berakhir penuh sukacita dan berjalan lancar hingga pukul 12.30 WIT. [Red]









