InfoMatoa, (Nduga) | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga, Papua Pegunungan, telah menetapkan lokasi pembangunan 220 unit rumah bantuan Presiden RI, Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Nduga, Yoas Beon, pada hari Minggu (14/9) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Yoas, penentuan titik lokasi ini bertujuan untuk memudahkan koordinasi dengan pemerintah pusat. Dari total 2.200 unit rumah bantuan yang diberikan kepada warga Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga mendapatkan jatah 220 unit.
“Dari 220 unit tersebut, 200 unit diperuntukkan bagi masyarakat umum, dan 20 unit untuk kepala suku atau tokoh adat,” jelas Yoas.
Untuk meminimalkan potensi masalah di masyarakat, Pemkab Nduga akan mengumumkan nama-nama penerima bantuan setelah pembangunan dimulai.
“Kami tunggu hingga pembangunan sudah mau dilaksanakan baru kami umumkan untuk meminimalisasikan masalah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Yoas juga menambahkan bahwa 100 dari 220 unit rumah akan dialokasikan untuk dibangun di Wamena. Langkah ini diambil untuk memberikan tempat tinggal layak bagi para pengungsi dari Kabupaten Nduga yang berada di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Yoas menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nduga saat ini sangat kondusif.
“Kami jamin situasi kamtibmas aman dan damai dan pembangunan 220 unit rumah bantuan presiden pasti dapat berjalan dengan baik dan lancar di Kabupaten Nduga,” pungkasnya, memastikan program nasional ini dapat berjalan tanpa hambatan.
[Red]









