InfoMatoa, (Jayawijaya) | Sekitar 2.500 warga dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya menggelar aksi damai di Kantor Bupati Jayawijaya pada hari Rabu (10/9). Aksi yang dipimpin oleh Benjamin Siep ini bertujuan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Daerah terkait pergantian kepala kampung.
Aksi ini merupakan respons terhadap demonstrasi sebelumnya oleh Asosiasi Kepala Kampung yang menolak kebijakan tersebut pada Senin (8/9). Massa pendukung tiba di kantor bupati dan diterima langsung oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, Wakil Bupati Ronny Elopere, dan Sekda Petrus Mahuze.
Dalam orasi mereka, massa menyampaikan sejumlah tuntutan utama. Mereka mengecam keras aksi anarkis yang dilakukan Asosiasi Kepala Kampung pada 8 September, yang berujung pada penyerangan Wakil Bupati. Massa menuntut pemerintah menindak tegas Naligi Kurisi, Kepala Suku Jayawijaya yang memimpin aksi tersebut. Selain itu, mereka menyatakan dukungan penuh dari 328 kampung di 40 distrik terhadap kebijakan pemerintah. Massa juga mendesak Kapolda Papua untuk mencopot Kasat Intel dan Kasat Reskrim Polres Jayawijaya karena dinilai melakukan pembiaran, serta menuntut penangkapan oknum kepala kampung yang terlibat dalam aksi anarkis.
Setelah perwakilan kepala distrik menandatangani pernyataan sikap, Bupati Jayawijaya Athenius Murib menanggapi aspirasi massa. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menindaklanjuti tuntutan masyarakat.
“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyejahterakan masyarakat Jayawijaya,” ujar Bupati.
Ia juga menyatakan akan mendorong Kapolda Papua untuk mencopot Kasat Intel Polres Jayawijaya yang diduga sengaja menciptakan gangguan keamanan.
Bupati Murib juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga situasi keamanan. Ia berjanji akan memastikan dana kampung diawasi dan didistribusikan dengan baik dan tegas.
Aksi yang berlangsung selama tiga jam ini berakhir dengan tertib pada pukul 16.20 WIT. Massa membubarkan diri dengan aman dan lancar, menunjukkan dukungan solid masyarakat terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. [Red]









