InfoMatoa, (Jayawijaya) | Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) 2025 yang perdana digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tidak hanya menghadirkan semarak olahraga, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.
Dilansir dari Tribun-Papua.com, Minggu (28/9), ajang ini menjadi ruang strategis bagi pengusaha muda Wamena untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas. Salah satunya Minor Bayage, koordinator Lentera Caffe, yang menjajakan kopi asli Wamena.
“Hari pertama bisa sekitar Rp500 ribu, sekarang bisa sampai Rp1 juta. Semua dari kopi Wamena murni tanpa campuran, karena kami jaga cita rasa,” ujarnya.
Ia berharap event serupa bisa rutin digelar agar UMKM lokal mampu bersaing dengan pengusaha dari luar daerah.
“Kami biasanya jual manual ke beberapa tempat. Lokasi kami di Hom-Hom. Kami juga butuh dukungan pemerintah untuk punya ruko atau peralatan lengkap agar usaha ini bisa lebih berkembang,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Tinus Wetipo, pemilik kedai Hulkam Wanawali, yang mengaku pendapatannya melonjak selama Tarkam berlangsung.
“Hari pertama sampai sekarang saya bisa dapat Rp10 juta. Saya jual kopi asli Wamena, juga kopi nasional dan saset dengan harga Rp10 ribu per gelas. Kalau tidak ada event, biasanya saya keliling pasar. Saya berharap bisa punya kedai sendiri di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota,” jelasnya.
Menurut Tinus, Tarkam memberikan dampak ganda: menghibur masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Kami terhibur, sekaligus bisa dapat penghasilan tambahan. Saya bergerak sendiri tanpa bantuan pemerintah, jadi sangat berharap ada perhatian agar usaha seperti kami bisa berkembang,” tuturnya.
Gelaran Tarkam 2025 di Wamena menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menumbuhkan sportivitas, tetapi juga menjadi lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan di Papua Pegunungan.
[Red]









