InfoMatoa, (Jayawijaya) | Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor SAR Jayapura mengadakan Workshop Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Bidang Pencarian dan Pertolongan pada Bencana Banjir. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Jayawijaya, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu (22/10).
Workshop tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Jayapura, Anton Sucipto, S.T. Sebanyak 70 peserta dari berbagai kalangan mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Hadir pula Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP., Ketua DPRD Papua Pegunungan Yos Elopere, S.IP., M.AP., Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satria Bimantara, S.I.K., serta perwakilan TNI dan Basarnas Jayawijaya.
Kolaborasi Hadapi Ancaman Banjir
Anton Sucipto menegaskan pentingnya kerja sama antara Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir di wilayah pegunungan.
“Jayawijaya pernah mengalami banjir besar. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan dan memperkuat sinergi agar penanganan bencana berjalan cepat. Kami juga berharap pemerintah mendukung penyediaan helikopter untuk operasi penyelamatan.“ujar Anton.
Ia menambahkan, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik lapangan agar memahami prosedur penyelamatan secara menyeluruh. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk menjadi mitra tangguh bagi Basarnas dalam menghadapi situasi darurat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, memberikan apresiasi atas inisiatif Basarnas melatih masyarakat agar siap menghadapi bencana.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menumbuhkan kesiapsiagaan dan mempererat hubungan antarinstansi di daerah.“katanya.
Menurutnya, pelatihan seperti ini penting agar koordinasi lintas sektor semakin efektif dan masyarakat dapat segera bertindak saat bencana datang.
Dorongan dari DPR RI
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, menyoroti meningkatnya risiko banjir akibat perubahan iklim.
“DPR RI akan terus mendukung Basarnas, baik dari segi peralatan, personel, maupun pembangunan fasilitas di Papua Pegunungan. Masyarakat perlu lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim.“ungkap Robert.
Robert juga mengajak Basarnas bekerja sama dengan BMKG agar masyarakat memahami faktor penyebab banjir serta langkah mitigasinya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, menyanyikan Mars Tanah Papua, dan sesi foto kenangan yang memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana. [Red]









