InfoMatoa, (Boven Digoel) | Radio Republik Indonesia (RRI) Boven Digoel menggelar Live Event Kita Indonesia dengan topik “Eliminasi Kenakalan Remaja Menjemput Generasi Emas”, bertempat di Aula SMP Negeri 2 Tanah Merah, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, (2/10).
Acara yang dipimpin oleh Kepala RRI Boven Digoel, Paulus Bunu’ Rumbe, S.Sos ini menghadirkan sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan siswa SMA dan SMP se-Tanah Merah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan drama musikal oleh siswa SMA Santo Yoseph Tanah Merah. Selanjutnya, dialog interaktif menghadirkan sejumlah pembicara yang menyoroti isu kenakalan remaja.
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra menegaskan bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku negatif yang harus menjadi perhatian semua pihak, bukan hanya kepolisian.
“Penyebabnya beragam, mulai dari narkoba, minuman keras, hingga vandalisme. Rata-rata dilakukan berkelompok karena adanya dorongan kebersamaan. Ini bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga dunia pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.
Sudarto, Pengawas Guru Kabupaten Boven Digoel, menambahkan pentingnya peran sekolah dan orang tua.
“Guru harus aktif membimbing karakter siswa, sementara kegiatan ekstrakurikuler perlu diperkuat agar minat dan bakat anak tersalurkan. Komunikasi sekolah dengan orang tua harus terus ditingkatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Fenina Raunsai menyoroti peran keluarga. Menurutnya, orang tua merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter anak.
“Anak bukan sulit dididik, tapi tantangan era modern membuat mereka sering dimanjakan. Orang tua, guru, gereja, dan pemerintah daerah harus saling melengkapi dalam pengawasan,” katanya.
Hal senada disampaikan Fera Resubun dari Staf Pemberdayaan Anak Kabupaten Boven Digoel. Ia menekankan pentingnya perlindungan anak sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.
“Orang tua dan guru harus berkoordinasi dengan baik dalam mengawasi anak, karena kepentingan terbaik anak adalah hal utama,” ungkapnya.
Acara juga diwarnai sesi tanya jawab, penampilan MOP oleh siswa SMA Santo Yoseph, serta tarian dari Grup Alvatar. [Red]









