InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) se-Tanah Papua yang digelar di Aula Lukmen 1, Gedung Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura. Mengusung tema “Katong Satu Gandong”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali persaudaraan antara masyarakat Maluku dan Papua yang telah terjalin erat selama puluhan tahun. (11/10)
Dalam sambutannya, Christian Sohilait menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan panjang organisasi ini.
“IKEMAL telah melalui tiga fase penting dalam sejarahnya. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua paguyuban yang telah memberi ruang bagi kami untuk terus menjaga kebersamaan di Tanah Papua,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan peran aktif warga Maluku dalam menjaga kerukunan serta berkontribusi bagi pembangunan Papua.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan pentingnya semangat persaudaraan lintas daerah.
“Maluku dan Papua adalah dua provinsi yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Kita harus mengelola sumber daya ini dengan bijak untuk kesejahteraan rakyat. Masyarakat Maluku di mana pun berada harus terus berkontribusi membangun tanah kelahiran dan daerah tempat mereka berpijak,” katanya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih, Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen, serta berharap kolaborasi antardaerah dapat membawa Papua menuju masa depan yang lebih cerah.
Pesan serupa disampaikan Plt. Sekda Provinsi Papua Zusanaa Dewijana Wanggai yang membacakan sambutan resmi Gubernur Papua.
“Tema ‘Katong Satu Gandong’ mencerminkan semangat persaudaraan dan kekompakan yang menjadi fondasi penting dalam membangun Papua. Pemerintah daerah mengapresiasi kontribusi besar warga Maluku di berbagai bidang—pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya,” ucapnya.
IKEMAL sendiri pertama kali berdiri pada tahun 2005, berawal dari ikatan kecil antarwarga Maluku di Jayapura yang kemudian berkembang menjadi organisasi besar yang menaungi masyarakat Maluku di seluruh Tanah Papua.
Melalui peringatan dua dekade ini, IKEMAL menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung perdamaian serta pembangunan di Papua.
“Kami ingin menjadi bagian dari jembatan persaudaraan antara Maluku dan Papua. Katong samua basudara, katong satu gandong,” tutup Christian Sohilait dengan penuh semangat.
[Red]









