InfoMatoa, (Merauke) | Ribuan santri dan warga Merauke memadati Masjid Raya Al-Aqsha Merauke, Jalan Parakomando, Distrik Merauke, Papua Selatan, untuk mengikuti Kirab Hari Santri Tahun 2025 pada Sabtu pagi (18/10). Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, S.H., LL.M., memimpin kegiatan bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” dan secara resmi melepas seluruh peserta kirab.
Sekitar 1.000 peserta dari pondok pesantren, majelis taklim, organisasi wanita, hingga pelajar Muhammadiyah mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan semangat generasi muda dalam menghormati jasa para ulama dan santri.
Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Dilli Eko Setyawan, S.Ak., M.Han, Wakapolres Merauke Nuryanti, S.H., M.H., Ketua DPR Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun, S.H., Ketua PWNU Papua Selatan H. Arifin, beserta pimpinan organisasi Islam dan tokoh agama lainnya, ikut menghadiri dan memantau jalannya kegiatan. Kehadiran mereka mendukung kelancaran kegiatan dan memperkuat kebersamaan masyarakat Merauke.
Semangat dan Teladan Santri
Dalam sambutannya, Bupati Yoseph Gebze mengajak peserta meneladani perjuangan para ulama dan santri.
“Semangat jihad para ulama dan santri di tahun 1945 harus terus menyala. Santri tidak hanya berperan dalam bidang agama, tetapi juga harus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata di segala bidang kehidupan bangsa.“
Ia juga mengingatkan bahwa penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
Rangkaian Kegiatan Kirab
Bupati Merauke membuka Kirab pukul 06.06 WIT dengan doa bersama, kemudian secara resmi memberangkatkan peserta setelah panitia menyampaikan laporan. Rute kirab berakhir di halaman Masjid Raya Al-Aqsha sekitar pukul 07.10 WIT. Setelah itu, panitia membagikan hadiah dan doorprize kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Dampak dan Inspirasi
Kegiatan ini menegaskan peran santri dalam pembangunan bangsa sekaligus memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan religiusitas, kirab di Merauke menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi pada kemajuan daerah dan bangsa.
[Red]









