Senator Irman Gusman: Bangun Papua Lewat Koperasi Desa, Jadikan Tanah Ulayat ‘Live Capital’

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Merauke) | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, secara tegas menyoroti perlunya pergeseran paradigma pembangunan di Tanah Papua. Ia menekankan pentingnya fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penguatan koperasi desa. Selain itu, ia melihat koperasi sebagai kunci untuk menghubungkan potensi alam Papua dengan kesejahteraan rakyat.

Ia menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional bertema “Membangun Kedaulatan Pangan dari Papua: Peran Bulog, Pemerintah Daerah, dan Koperasi Desa” di Hotel Swiss-Belinn, Merauke, Provinsi Papua Selatan, Rabu (3/12).

Jembatan antara Potensi dan Kesejahteraan

Mantan Ketua DPD RI dua periode itu mengawali paparannya dengan menyoroti potensi besar Merauke sebagai lumbung pangan nasional maupun global. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat lokal. Karena itu, ia menilai perlunya percepatan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Ada jarak yang lebar antara kekayaan alam Papua dan kesejahteraan masyarakatnya. Di sinilah tugas kita: membangun jembatan antara potensi dan realitas,” ujar Irman.

Irman menyambut baik Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Ia menilai kebijakan ini mampu mengembalikan arah pembangunan nasional kepada ekonomi kerakyatan. Selain itu, ia menyebut langkah tersebut selaras dengan semangat gotong royong dalam konstitusi.

Ia juga mengutip pesan Bapak Koperasi, Bung Hatta: “Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tetapi karena lilin-lilin di desa. Melalui koperasi desa, kita menyalakan lilin-lilin itu—termasuk di Merauke, tanah yang diberkati ini.”

Koperasi: Solusi Mengubah Tanah Ulayat Menjadi Aset Produktif

Anggota Komite I DPD RI itu menjelaskan bahwa koperasi bukan sekadar model ekonomi lama. Sebaliknya, ia menegaskan koperasi sebagai model modern yang inklusif, seperti yang dicontohkan oleh Fonterra di Selandia Baru atau Land O’Lakes di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Dana Otsus Cetak Pemimpin Muda: Mappi Gelar Pelatihan Kepemimpinan Bagi 50 Anak Asli Papua

Dalam konteks Papua, Irman menegaskan bahwa koperasi menjadi solusi paling tepat untuk mengelola tanah ulayat secara adil dan produktif. Selain itu, ia memastikan bahwa mekanisme koperasi tidak memindahkan kepemilikan tanah.

Tanah ulayat itu bukan masalah. Masalahnya adalah ketika tanah itu menjadi ‘dead capital’ (modal mati). Melalui koperasi, tanah adat bisa menjadi ‘live capital’ (modal hidup) tanpa harus berpindah tangan,” jelasnya.

Koperasi memungkinkan masyarakat adat tetap menjadi pemilik sah tanah. Selain itu, mereka memperoleh manfaat ekonomi melalui skema kepemilikan saham.

Baca Juga :  Wakil Ketua BPK dan Bupati Merauke Tinjau Langsung Proyek Food Estate di Wanam

Irman juga menekankan peran vital Bulog sebagai off-taker utama. Ia menegaskan bahwa negara wajib menjaga stabilitas harga komoditas pangan saat panen raya. Dengan begitu, petani Papua mendapat kepastian pasar dan harga yang layak.

“Membangun di Papua itu mudah. Yang sulit adalah membangun Papua—membangun manusia, membangun martabat, membangun kelembagaan ekonominya, sehingga masyarakat menjadi tuan atas tanah leluhur mereka.” Tutup Irman.

[Red]

BERITA LAINNYA

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026
Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan
Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga
Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa
Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan
DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat
PT ACP Umumkan Rencana Penanaman Baru Sawit di Merauke Mulai 2026
Prosesi Adat Pencabutan Salib Digelar, Pembangunan PSN di Wanam Kembali Berjalan
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:41 WIT

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:38 WIT

Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:08 WIT

Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:07 WIT

Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIT

Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!