InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Untuk itu, dinas mengadakan Pelatihan Pengelolaan Manajemen Kampung Wisata Kategori Rintisan bagi Orang Asli Papua (OAP) di Sota Room Bell Hotel, Kelurahan Mandala, Distrik Merauke, Senin (13/10).
SDM Jadi Kunci Pembangunan Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Merauke, Benhur Rentadatu, menjelaskan bahwa empat kampung telah masuk dalam program kampung wisata rintisan melalui Keputusan Bupati. Ia menilai, kemajuan pariwisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.
“Dari tahap rintisan kita akan naik ke tahap berkembang, kemudian maju, hingga akhirnya menjadi mandiri,” ujar Benhur.
Ia menegaskan bahwa Merauke serius menjalankan program ini sebagai bagian dari kebijakan nasional.
Selain itu, Benhur mengajak peserta untuk aktif belajar dan berbagi pengalaman agar kampung wisata benar-benar berkembang. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
Pariwisata Masuk Sektor Strategis Daerah
Bupati Yoseph B. Gebze menambahkan bahwa sektor pariwisata kini menjadi bagian penting dalam RPJMD Kabupaten Merauke. Menurutnya, pengelolaan wisata yang baik bisa menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas peluang ekonomi.
“Potensi wisata dapat membuka banyak usaha baru, bukan hanya bertani atau berkebun. Setiap kampung harus siap menyambut wisatawan dengan pelayanan terbaik,” tegas Yoseph.
Kemudian, ia mengingatkan agar pemerintah kampung dan masyarakat bekerja sama menjaga kebersihan dan keamanan destinasi wisata. Dengan demikian, wisatawan akan merasa nyaman berkunjung.
Pelatihan Dorong Kolaborasi dan Kearifan Lokal
Kegiatan pembukaan berlangsung meriah. Bupati Merauke menabuh tifa sebagai tanda dimulainya pelatihan. Setelah itu, para peserta mengikuti sesi materi dari para narasumber.
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2025. Dana kegiatan berasal dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2025, yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Merauke.
Selama kegiatan, peserta belajar tentang pengelolaan manajemen kampung wisata, pengembangan produk usaha, dan promosi potensi lokal. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong sinergi antara pemerintah kampung, tokoh adat, masyarakat, dan pemuda.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Merauke berharap sektor pariwisata tumbuh lebih berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi masyarakat adat. [Red]









