InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menggelar kegiatan Sosialisasi Pelatihan Budidaya Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan di Balai Kampung Senegi, Distrik Animaha (4/10).
Dalam arahannya, Caterin Letsoin sebagai sekretaris dinas tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan, meminta masyarakat segera melaporkan lahan potensial yang bisa diolah untuk ditindaklanjuti melalui survei oleh tim perencanaan.
“Tujuannya untuk melihat potensi penanaman padi sehingga bisa dioptimalkan bagi peningkatan produksi pangan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Nirta Rumbe sebagai kepala seksi pengolahan lahan dan air menekankan pentingnya pembentukan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) serta SK Unit Pengelola Kegiatan Kelompok. Ia menjelaskan bahwa melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 14 hektar di Kampung Senegi, masyarakat berpotensi mendapatkan bantuan berupa benih padi, pestisida, dolomit, serta dukungan alat pertanian hand traktor.
Namun, ia mengingatkan agar lahan yang akan diajukan untuk program cetak sawah/CSR benar-benar bebas dari sengketa antarmarga maupun konflik batas tanah, serta tidak berada di kawasan hutan tanaman industri (HTI) milik perusahaan.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh konsultan, Olan Sormin, yang memaparkan bahwa potensi pengembangan lahan hanya bisa dilakukan di sekitar Kampung Senegi karena wilayah lain telah masuk ke kawasan HTI. Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan lapangan bersama aparat kampung dan masyarakat.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat Kampung Senegi. Meski demikian, pemerintah daerah menilai perlu adanya antisipasi potensi konflik klaim lahan antar marga yang bisa menghambat program. Oleh karena itu, proses verifikasi serta mediasi sebelum pelaksanaan akan menjadi kunci keberhasilan program ini. [Red]









