Seminar Kebudayaan Asmat Dorong Generasi Muda Cintai Identitas dan Warisan Leluhur

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Asmat) | Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat di Distrik Agats menjadi pusat penyelenggaraan Seminar Kebudayaan Lokal Asmat, Kamis (11/12). Guru dan siswa SMP YPPK Yohanis Pemandi Agats mengikuti seminar tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk pemberdayaan dan edukasi budaya bagi generasi muda Asmat.

Acara berlangsung dengan sambutan dari Martha Cawy yang menekankan pentingnya pemahaman budaya Asmat di kalangan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa banyak anak Asmat belum memahami budaya mereka sendiri. Selain itu, ia menilai kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama di museum. Martonsia Santi Dolorosa W kemudian menyampaikan materi utama tentang peran pemuda dalam melestarikan identitas budaya. Ia menjelaskan pentingnya pendidikan, karakter yang baik, serta nilai budaya yang harus dijaga sejak usia sekolah.

Baca Juga :  Pemusnahan Barang Bukti Minuman Keras Ilegal di Kampung Asiki, Kabupaten Boven Digoel

Panitia melanjutkan seminar dengan kegiatan jelajah pameran museum. Siswa mengunjungi ruang pameran sementara dan ruang pameran tetap. Selain itu, mereka mendapatkan pengalaman langsung mengenai sejarah, seni ukir, nilai budaya, dan identitas masyarakat Asmat.

Pada sesi talk show, Martonsia dan Martha menjelaskan makna kebudayaan dan tantangan modernisasi. Mereka juga menyoroti peran besar siswa dalam menjaga tradisi melalui bahasa daerah, seni, media sosial, dan keterlibatan di kegiatan kampung. Selain itu, mereka menekankan pentingnya rumah adat Je sebagai ruang pembelajaran budaya. Mereka menyebut bahwa budaya adalah “GPS kehidupan” yang menuntun generasi muda mengenal jati diri.

Baca Juga :  Kampung Elaboge Jayawijaya Jadi Kampung Adat Percontohan dengan 7 Honai Baru

Panitia menilai seminar ini selaras dengan program Dinas Pendidikan tentang pembelajaran digital berbasis budaya Asmat yang berjalan sejak Oktober 2025. Selain memperkuat muatan lokal, kegiatan ini memberi ruang bagi DPC BMP Kabupaten Asmat untuk berkontribusi lebih besar dalam pengembangan pendidikan budaya. Para siswa juga mengusulkan kelas budaya mingguan. Selain itu, mereka mengajukan pembentukan “Duta Budaya Sekolah Asmat” untuk menjaga keberlanjutan program. [Red]

BERITA LAINNYA

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026
Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan
Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga
Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa
Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan
DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat
PT ACP Umumkan Rencana Penanaman Baru Sawit di Merauke Mulai 2026
Prosesi Adat Pencabutan Salib Digelar, Pembangunan PSN di Wanam Kembali Berjalan
Berita ini 36 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:41 WIT

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:38 WIT

Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:08 WIT

Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:07 WIT

Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIT

Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!