Tokoh Adat dan Masyarakat Papua Selatan Imbau Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo Anarkis

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 18:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa (Papua Selatan) | Gelombang aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta dan sejumlah daerah pada 28–30 Agustus 2025 mendapat perhatian serius dari berbagai tokoh adat, agama, dan masyarakat di Papua Selatan. Mereka kompak menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian di tanah Papua.

Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Asmat, Gaspar Manmak, menegaskan bahwa tanah Asmat harus dijaga dari segala bentuk provokasi yang bisa memecah belah persatuan.

“Kami dengan tegas menolak aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta. Masyarakat jangan mudah terpengaruh, tetaplah menjaga persatuan agar tercipta situasi yang tertib, aman, dan kondusif demi kedamaian tanah Asmat,” ujar Gaspar.

Nada serupa juga disampaikan Fredi Kaibu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Suku Auyu Mappi. Ia menekankan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan secara damai.

“Mari kita jaga situasi tetap kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh tindakan anarkis. Aspirasi boleh disampaikan, tapi harus dengan cara yang bijak dan sesuai aturan yang berlaku,” pesannya.

Sementara itu, Yoseph Yanuwo Yolmen, S.Pd., M.Si., Kepala BP3OKP Provinsi Papua Selatan, menyoroti dampak buruk aksi anarkisme. Ia menyebut tindakan seperti itu tidak membawa manfaat, justru merugikan banyak pihak.

“Kita harus selalu menjaga persatuan, ketertiban, dan perdamaian di tanah Papua maupun di seluruh NKRI. Aksi anarkisme sangat merugikan dan tidak bisa dibenarkan. Aspirasi seharusnya disampaikan dengan bijak, sesuai peraturan, dan masyarakat jangan sampai terprovokasi,” ungkapnya.

Seruan para tokoh ini mencerminkan tekad bersama masyarakat Papua Selatan untuk menjaga keharmonisan dan tidak terseret dalam arus provokasi yang bisa memecah belah bangsa. Mereka berharap suara damai dari timur Indonesia bisa menjadi penyejuk di tengah tensi politik dan sosial yang memanas. [Red]

Baca Juga :  Pemda Mappi Gelar Natal Bersama, Bupati Ajak Warga Perkuat Peran Keluarga

BERITA LAINNYA

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026
Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan
Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga
Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa
Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan
DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat
PT ACP Umumkan Rencana Penanaman Baru Sawit di Merauke Mulai 2026
Prosesi Adat Pencabutan Salib Digelar, Pembangunan PSN di Wanam Kembali Berjalan
Berita ini 8 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:41 WIT

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:08 WIT

Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:07 WIT

Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIT

Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Senin, 12 Januari 2026 - 09:12 WIT

DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!