InfoMatoa, (Nabire) | Asosiasi Bupati Papua Tengah mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk segera meningkatkan pelayanan transportasi udara di Provinsi Papua Tengah. Desakan ini menekankan izin bagi maskapai full service seperti Garuda Indonesia dan Batik Air agar dapat beroperasi secara reguler di Bandara Douw Aturure, Nabire, Ibu Kota Papua Tengah. Saat ini, masyarakat hanya menggunakan maskapai berbiaya rendah yang terbatas. Konektivitas cepat dan nyaman menjadi kebutuhan mendesak.
Upaya Meningkatkan Konektivitas dan Perekonomian
Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, yang juga Bupati Deiyai, menyatakan kehadiran maskapai full service dan pesawat berbadan besar akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Pesawat berbadan besar mampu membawa lebih banyak penumpang sekaligus kargo. Kargo ini penting untuk distribusi logistik di Papua Tengah.
“Asosiasi Bupati Papua Tengah meminta Kementerian Perhubungan segera memberikan pelayanan dengan pilihan penerbangan full service seperti Garuda dan Batik Air ke Bandara Nabire,” ujar Melkianus Mote
Ia menambahkan bahwa Bandara Nabire diharapkan menjadi hub utama bagi seluruh maskapai. Bandara akan mengonsolidasikan penumpang dan kargo ke berbagai kabupaten di Papua Tengah. Akses udara yang cepat dan nyaman menjadi solusi utama mengatasi kesulitan mobilitas masyarakat. Saat ini, perjalanan darat menuju Nabire memakan waktu hingga enam jam.
Selain itu, Asosiasi Bupati mengajukan surat kepada Kemenhub agar Lapangan Terbang Waghete di Kabupaten Deiyai menjadi bandara pusat untuk pesawat ATR 72/200. Melkianus menyebut lokasi Waghete sangat strategis. Bandara ini bisa melayani Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Intan Jaya.
“Bandara Waghete layak menjadi bandara pusat pesawat ATR untuk melayani Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai dan Intan Jaya karena jangkauan bandara dekat sekali,” kata Melkianus Mote
Bandara Douw Aturure telah memperpanjang runway dan Batik Air melakukan uji penerbangan pada Juli 2025. Namun, Kemenhub belum memberikan izin operasional reguler bagi maskapai full service. Peningkatan konektivitas udara ini diharapkan menjadi katalis percepatan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Provinsi Papua Tengah. [Red]









