InfoMatoa, (Nabire) | Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua Tengah gencar melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi generasi muda.
Kegiatan masif ini diselenggarakan di SMA Mandala Nabire pada Rabu (3/12), dan diikuti oleh lebih dari 300 siswa serta para guru dan Kepala SMA Mandala. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara KPA dan Dinas Pendidikan setempat beberapa bulan sebelumnya.
Pembekalan Dini untuk Hidup Sehat
Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman dini kepada remaja. Tujuannya agar mereka mampu menjaga diri dan menerapkan gaya hidup sehat sebagai benteng dari penularan HIV/AIDS dan IMS.
“Harapan kami, generasi muda Papua Tengah terhindar dari HIV-AIDS. Mereka harus hidup bersih, menjaga pola makan, dan menjaga diri baik-baik. Papua Tengah adalah masa depan, sehingga anak-anak kita harus terbebas dari infeksi HIV,” tegas Freny.
HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, membuatnya rentan terhadap infeksi lain. Data nasional menunjukkan bahwa kelompok usia muda dan produktif menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar. Oleh karena itu, edukasi Prevention, Treatment, Care, and Support (Pencegahan, Pengobatan, Perawatan, dan Dukungan) sejak dini sangat penting.
“Yang sudah kena HIV-AIDS, biarlah mereka berobat. Yang belum, bagaimana kita cegah agar tidak terinfeksi. Itu tujuan kami hari ini,” jelasnya.
Dukungan Kesehatan dan Komitmen Sinergi
Selain materi sosialisasi yang berfokus pada kesadaran dan pencegahan, KPA dan TP-PKK juga memberikan dukungan kesehatan nyata. Seluruh peserta perempuan dalam kegiatan ini mendapatkan pembagian vitamin tambahan untuk mendukung kesehatan reproduksi mereka.
Sinergi antara KPA, TP-PKK, dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pencegahan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menekan laju kasus HIV/AIDS, terutama di kalangan usia produktif, dan menjamin lahirnya generasi Papua Tengah yang sehat dan berkualitas di masa depan. [Red]









