InfoMatoa, (Kepulauan Yapen) | Masyarakat Kampung Papuma, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, merayakan hari bersejarah masuknya Injil ke kampung mereka yang genap berusia 100 tahun (1 Abad) pada Senin (24/11). Perayaan berpusat di Gedung Jemaat GKI Diaspora Papuma dan dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, S.E., M.Si, serta sekitar 100 warga.
Penyelenggara membuka acara dengan menyambut Bupati secara resmi. Selanjutnya, mereka menjemput obor dan mengarak rombongan menuju tugu masuknya Injil. Setelah itu, warga mengikuti ibadah syukur secara khidmat.
Refleksi Iman dan Perjuangan
Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan bahwa peringatan 100 tahun ini menjadi momentum iman yang berharga.
“Peringatan 100 tahun ini bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga saat untuk bercermin: sejauh mana Injil telah kita hidupi dalam keluarga, pelayanan gereja, serta kontribusi kita bagi pembangunan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa terang firman Tuhan harus senantiasa menuntun setiap langkah menuju visi pembangunan daerah “Yapen Rumah Kita yang Berkeadilan, Unggul, dan Sejahtera.”
Selain itu, Pdt. Resly Birahi, Ketua Badan Pekerja Sinode Wilayah IV, menyoroti perjuangan para pendahulu yang membawa Injil dari Manokwari.
“Perayaan ini mengingatkan kita pada perjuangan orang tua dan para pendahulu yang telah berusaha membawa masuknya Injil. Berkat perjuangan tersebut, hari ini kita dapat merasakan buah yang sangat berarti, termasuk hadirnya pendidikan dan berkembangnya nilai-nilai kekristenan,” kata Pdt. Resly.
Pentingnya Sinergi dan Netralitas Gereja
Perayaan ini juga menjadi wadah penegasan sinergi antara tiga pilar: gereja, pemerintah, dan masyarakat. Pdt. Resly Birahi meminta dukungan umat Tuhan untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, dan mendukung program pembangunan daerah.
Di sisi lain, catatan penting menekankan perlunya netralitas gereja dalam menyampaikan firman. Hal ini penting agar tidak menimbulkan perbedaan atau gesekan di masyarakat yang heterogen. Netralitas gereja dianggap krusial untuk mempertahankan harmoni sosial.
Jajaran Pemerintah Daerah, termasuk Plh Sekda Oktovianus Ayorbaba, Kabag OPS Polres Yapen AKP Septinua Osleky, dan Kepala Klasis Yapen Barat Pdt. Martina Raweyai, ikut menghadiri kegiatan tersebut. Panitia menutup acara dengan pemotongan kue ulang tahun dan sesi ramah tamah. Dengan kegiatan ini, panitia dan peserta menegaskan pentingnya modal spiritual untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga stabilitas keamanan di Kampung Papuma. [Red]









