InfoMatoa, (Jayapura) | Sebanyak 22 unit rumah dinas milik personel TNI AD di Kompleks Barak Dapur, Perumahan Dinas Kodam Lama, Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin pagi, 6 Oktober 2025. Kebakaran berlangsung selama lebih dari dua jam, sejak pukul 09.10 hingga 11.42 WIT.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik di rumah milik Tri Handoko (46), warga setempat yang saat kejadian tidak berada di lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Sasita (54), seorang Pegawai Negeri Sipil di Paldam XVII/Cenderawasih, api pertama kali terlihat di rumah milik Tri Handoko saat ia melintas menuju tempat kerja. Ia segera memberi tahu warga sekitar yang kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah lain di kompleks tersebut. Upaya pemadaman dilakukan oleh 2 unit AWC Polresta Jayapura Kota, 3 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura, 8 unit mobil water supply, serta 1 unit Water Cannon milik Brimob Polda Papua.
Selain itu, personel dari Polresta Jayapura Kota, Polsek Jayapura Selatan, dan Koramil 1701-09/Jayapura Selatan turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan di lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.27 WIT dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga menjelang tengah hari. Aparat Reskrim Polresta Jayapura Kota kemudian memasang garis polisi pada pukul 11.42 WIT. Situasi di lokasi kejadian kini terpantau aman dan kondusif.
Sebanyak 22 rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh anggota aktif dan purnawirawan TNI AD serta warga sipil. Para penghuni rumah terdampak kini mengungsi ke kediaman keluarga dan kerabat terdekat. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait bantuan darurat bagi para korban.
Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Muhammad Lalang, SE, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan lokasi dan melakukan identifikasi awal.
“Kami telah memasang garis polisi di lokasi kebakaran dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar di wilayah Jayapura Selatan sepanjang tahun 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat korsleting listrik di kawasan padat penduduk.
[Red]









