InfoMatoa, (Sarmi) | Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sarmi, Papua, Ottouw G. Samoa, mendorong para peserta yang baru menyelesaikan pelatihan vokasi untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Harapan itu ia sampaikan saat penutupan pelatihan keterampilan komputer, servis HP, sablon, dan menjahit yang berlangsung di Sarmi, Selasa (30/9), sebagaimana dilaporkan Tribun-Papua.com.
Menurut Ottouw, program pelatihan ini tidak hanya memberi keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan semangat kewirausahaan agar peserta mampu membuka peluang usaha mandiri.
“Kami harap peserta tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dan menjadi pelaku usaha baru yang bisa mempekerjakan orang lain,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang, khususnya bagi kelompok usia produktif dan pencari kerja. Peningkatan kompetensi SDM lokal, katanya, merupakan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran.
Meski begitu, ia menilai kolaborasi lintas dinas diperlukan agar hasil pelatihan berkesinambungan. Dukungan lanjutan dapat berupa fasilitasi peralatan usaha, bantuan modal, hingga program berbasis kelompok.
“Jangan sampai mereka hanya terlatih tapi tidak terpakai,” tegasnya.
Ottouw juga mendorong terbentuknya inkubator usaha kecil berbasis klaster keterampilan, seperti kelompok sablon, menjahit, dan servis HP. Ia mengimbau peserta mulai membangun jejaring kerja sejak dini, misalnya melalui kerja kelompok, sebelum berkembang menjadi usaha mandiri.
Dengan bekal keterampilan dasar dan semangat yang ditanamkan selama pelatihan, Ottouw optimistis alumni vokasi dapat mandiri sekaligus ikut menyelesaikan persoalan pengangguran di Kabupaten Sarmi. [Red]









