InfoMatoa, (Jayapura) | Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua menggelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lukmen I, Lantai II Gedung Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Distrik Jayapura Utara.
Festival tersebut mengusung tema “UMKM Tangguh, Papua Berbudaya, Membangun Ekosistem Eksklusif yang Berkelanjutan dari Indonesia Timur.” Sekitar 500 peserta hadir, terdiri atas pelaku UMKM, akademisi, perbankan, dan unsur pemerintah daerah.
Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, S.T., membuka kegiatan bersama Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, SP., M.Eng. Mereka juga didampingi sejumlah pejabat kementerian dan perwakilan perguruan tinggi. Selain itu, acara ini menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara Kementerian UMKM dan Universitas Cenderawasih dalam pengembangan wirausaha muda di Papua.
Dalam arahannya, Menteri Maman menegaskan bahwa UMKM merupakan simbol kemandirian dan ketangguhan ekonomi rakyat. Ia menilai sektor ini terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait agar pelaku UMKM di Papua semakin produktif dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan, sertifikasi produk, dan pelatihan digitalisasi usaha. Langkah ini, menurutnya, penting untuk memperkuat posisi pengusaha asli Papua di pasar lokal maupun nasional.
Kegiatan festival semakin semarak dengan penayangan video UMKM, pemberian penghargaan, serta peninjauan stan pameran produk lokal. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Secara keseluruhan, festival ini mencerminkan sinergi nyata antara pemerintah pusat, daerah, dan perbankan. Melalui kolaborasi tersebut, para pemangku kepentingan berupaya memperkuat ekosistem UMKM di Tanah Papua agar ekonomi semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. [Red]









