InfoMatoa, (Kep. Yapen) | Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui kegiatan Ibadah Padang di Pantai Menggaf, Distrik Yapen Selatan, pada Sabtu (25/10). Kegiatan ini digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bersama komunitas peduli HIV/AIDS dengan tema “Bersama dengan Keluarga Allah” dan diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai kalangan, termasuk relawan dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap isu kesehatan masyarakat.
Perkuat Kepedulian dan Hapus Stigma terhadap ODHA
Bupati Benyamin Arisoy hadir langsung untuk memberikan dukungan moral dan spiritual bagi ODHA. Ia menegaskan pentingnya kepedulian sosial bagi ODHA dan mengapresiasi kerja keras relawan serta komunitas yang aktif mendampingi mereka setiap hari. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan, Karolis Tanawani, SKM., MPH, Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Andi Rakyat, para pengurus KPA, serta beberapa ODHA yang menerima perhatian langsung dari pemerintah dan komunitas.
“Masalah HIV/AIDS bukan sekadar persoalan kesehatan. Masalah ini juga persoalan kemanusiaan dan kepedulian sosial yang harus ditangani bersama,” ujar Benyamin. Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong kerja sama lintas sektor. Kerja sama ini melibatkan lembaga keagamaan, pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari stigma dan diskriminasi.
“Kepada para ODHA, jangan pernah merasa sendiri. Hidup kalian berharga di mata Tuhan dan masyarakat sekitar, dan kalian berhak mendapatkan dukungan penuh.” tambahnya.
Kolaborasi Semua Pihak dalam Penanganan HIV/AIDS
Berdasarkan data hingga September 2025, tercatat 2.962 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen. Angka ini menunjukkan bahwa penanganan HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius. Tantangan ini memerlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan relawan yang bekerja sama secara berkesinambungan. Ibadah Padang ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat, menumbuhkan empati, serta mengajak semua orang mendukung hak hidup bermartabat bagi ODHA.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual dan sosial bagi seluruh peserta. Panitia menekankan bahwa dukungan moral dan keterlibatan komunitas penting untuk membantu ODHA menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih peduli dan aktif dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, penuh kasih, dan harmonis. Kegiatan ini sekaligus mendorong kepedulian kolektif dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen agar hasilnya lebih nyata dan berkelanjutan. [Red]









