InfoMatoa, (Jayapura) | Wilayah perbatasan Negara Republik Indonesia (RI) dengan Papua Nugini (PNG) kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Anggiat Napitupulu, melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura, Kamis (2/10).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pengawasan perbatasan berjalan optimal sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi. Anggiat menegaskan, perbatasan merupakan garda terdepan kedaulatan bangsa yang harus dijaga secara serius.
Ia menyoroti sejumlah potensi ancaman lintas negara, mulai dari perdagangan orang, penyelundupan barang, hingga kejahatan transnasional yang perlu diantisipasi bersama.
“Pemerintah pusat hadir untuk memastikan wilayah perbatasan dikelola dengan baik. Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya sebagaimana dilansir Tribun-Papua.com.
Selain meninjau pelayanan imigrasi, Anggiat juga menggelar pertemuan dengan aparat keamanan, instansi perdagangan, serta tokoh masyarakat. Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah berjalan, seperti program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal, yang dinilai mampu memperkuat ketahanan sosial di kawasan perbatasan.
Menurut Anggiat, kolaborasi antar lembaga menjadi kunci mewujudkan perbatasan yang aman sekaligus sejahtera.
“Komitmen bersama harus terus dijaga. Perbatasan adalah wajah negara, etalase kedaulatan, dan pintu masa depan pembangunan nasional,” tandasnya.
[Red]









