InfoMatoa, (Jayapura) | PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menetapkan target besar. Mereka berencana melistriki 4.200 kampung di Papua secara bertahap. Hingga saat ini, ribuan kampung tersebut memang belum menikmati aliran listrik. Oleh karena itu, PLN terus mempercepat langkah pengerjaan di lapangan.
Komitmen Anggaran dan Penugasan Pemerintah
General Manager PLN Papua, Diksi Erfani Umar, menyampaikan informasi ini di Jayapura pada Minggu. Ia menjelaskan bahwa Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran jumbo untuk tahun 2025. Dana lebih dari Rp500 miliar tersedia guna membangun infrastruktur kelistrikan di 128 lokasi.
“Target awal 2026 mencapai 554 lokasi dengan kebutuhan anggaran kurang lebih Rp2,5 triliun. Hal ini sesuai dengan penugasan dari Kementerian ESDM,” jelas Diksi.
Diksi menyebut anggaran ini sebagai penugasan perdana dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada PLN untuk melayani wilayah Papua Raya. Selain itu, sebaran target awal mencakup seluruh wilayah kerja operasional mereka.
“Seluruh target awal tersebar luas di daerah kerja kami. Oleh sebab itu, kami ingin segera memulai pengerjaan fisik tersebut,” ujarnya lagi.
Optimasi Potensi Energi Lokal dan Kerja Sama Daerah
Saat ini, PLN mengedepankan pendekatan sosial melalui koordinasi yang intensif. Mereka menjalin kerja sama erat dengan gubernur, bupati, hingga kepala distrik. Langkah tersebut bertujuan mempermudah pembangunan infrastruktur, terutama dalam hal penyediaan lahan.
“Melalui koordinasi ini, kami akan menyesuaikan pembangunan pembangkit dengan potensi energi lokal di tiap daerah,” tambahnya.
Sebagai contoh, PLN menyasar wilayah dengan potensi air yang melimpah seperti Pegunungan Arfak. Di sana, mereka akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Sebaliknya, daerah dengan keterbatasan sumber air akan mendapatkan solusi yang berbeda.
“Untuk daerah seperti Papua Barat Daya, kami mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sistem tersebut juga kami lengkapi dengan baterai atau teknologi hibrida,” pungkasnya.
Anggota BPH Migas Erika Retnowati turut memberikan tanggapan terkait tantangan elektrifikasi ini. Ia berharap PLN segera menuntaskan masalah listrik di seluruh desa dan kampung. Dengan demikian, warga pedalaman dapat segera menikmati penerangan yang layak. Sebelumnya, Erika juga memantau langsung sistem kelistrikan di Gardu Induk Skyline, Kota Jayapura. [Red]









