InfoMatoa, (Waropen) | Pemerintah Kabupaten Waropen bersama Dinas Kehutanan Provinsi Papua menggelar pelatihan budidaya gaharu di Gedung Serbaguna GKI Filadelfia Nonomi, Distrik Urei Faisei, pada Selasa (22/10). Kegiatan ini menarik perhatian petani gaharu dari empat daerah, yakni Kabupaten Waropen, Jayapura, Boven Digoel, dan Sorong Selatan.
Pelatihan untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Maman Turjaman, D.E.A., serta praktisi kehutanan Sugeng Santosa. Selain itu, Koordinator Provinsi GIZ Forclime Papua, Anna Manyakori, bersama tim turut hadir memberikan dukungan teknis. Asisten III Setda Waropen membuka kegiatan secara resmi atas nama Bupati Waropen, sementara Kepala UPTD KPHP Unit XVII Waropen, Daniello Wonatorey, S.Hut., turut mendampinginya.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Waropen menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Budidaya gaharu memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Karena itu, kami berharap peserta memahami dengan baik teknik budidaya dan inokulasi agar hasilnya optimal.“ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah dan Lembaga Mitra
Dinas Kehutanan Provinsi Papua bersama mitra GIZ Forclime menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Mereka menilai pengembangan gaharu tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian hutan.
Kepala KPHP Unit XVII Waropen, Daniello Wonatorey, menjelaskan potensi besar pengembangan gaharu di wilayah pesisir dan dataran rendah Papua.
“Pelatihan seperti ini penting agar masyarakat memahami cara budidaya yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui pelatihan berkelanjutan, masyarakat dapat mandiri dan berdaya saing.“kata Daniello.
Peningkatan Kapasitas dan Semangat Wirausaha
Para peserta mempelajari teknik pemilihan bibit unggul, inokulasi, serta pengelolaan hasil gaharu. Setelah sesi teori, mereka langsung melakukan praktik lapangan agar pemahaman semakin kuat. Dengan demikian, para peserta memperoleh pengalaman nyata dalam budidaya gaharu.
Kegiatan ini berakhir dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Pemerintah Kabupaten Waropen menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan gaharu sebagai upaya menciptakan wirausaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. [Red]









