InfoMatoa, (Jayapura) | Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2025 pada Kamis(16/10). Kegiatan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Jayapura, Distrik Waibu, sejak pukul 07.50 hingga 13.08 WIT. Tahun ini, peringatan HPS mengusung tema “Hak Atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik.” Tema tersebut menggambarkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal dan berkelanjutan.
Wujud Komitmen Daerah untuk Kemandirian Pangan
Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard Yocku, SH, memimpin langsung jalannya acara. Ia membuka kegiatan secara resmi di hadapan sekitar 500 peserta dari Forkopimda, OPD, TP-PKK, Persit, Bhayangkari, Dharma Wanita, dan masyarakat umum. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemandirian pangan melalui pemanfaatan hasil lokal.
“Kita perlu terus mendorong masyarakat mengonsumsi dan mengembangkan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, dan umbi-umbian agar tidak bergantung pada beras.” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya kerja sama lintas sektor antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dapat memperkuat daya tahan pangan daerah terhadap perubahan iklim dan fluktuasi pasar global.
Kegiatan yang Dekat dengan Masyarakat
Beragam kegiatan memeriahkan peringatan HPS 2025. Peserta mengikuti Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), pasar murah, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Dinas Dukcapil membuka layanan administrasi kependudukan di lokasi acara agar masyarakat mudah mengurus dokumen penting.
Selain itu, pemerintah daerah menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada sembilan panti asuhan di wilayah Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan dan memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.
Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kepedulian
Acara ditutup dengan persembahan lagu oleh anak-anak panti asuhan dan sesi foto bersama. Suasana haru dan gembira terasa di antara peserta. Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan tekad menjaga ketahanan pangan melalui kearifan lokal dan kolaborasi nyata antarwarga Jayapura. [Red]









