InfoMatoa, (Serui) | Tim SAR gabungan melakukan upaya keras untuk mencari 17 penumpang yang hilang. Personel Polres Kepulauan Yapen memimpin pencarian intensif ini bersama Basarnas dan TNI. Insiden perahu terbalik di Yapen tersebut terjadi tepatnya di perairan Distrik Raimbawi, Papua.
Kapolres Kepulauan Yapen mengonfirmasi bahwa insiden ini menjadi prioritas utama penanganan darurat. Laporan awal menunjukkan perahu mengalami kecelakaan saat melintasi perairan Raimbawi. Setelah itu, perahu tersebut kehilangan kontak secara mendadak.
Kapolres segera menerjunkan tim penyelamat ke titik koordinat kejadian setelah menerima laporan. Namun, tim menghadapi tantangan cukup berat akibat kondisi cuaca di perairan Papua yang sering berubah-ubah.
“Kami sedang mengerahkan segala sumber daya yang ada, termasuk kapal-kapal patroli dan bantuan dari warga pesisir. Fokus utama kami saat ini adalah menemukan para korban secepat mungkin,” ujar Kapolres dalam keterangannya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendata identitas lengkap ke-17 penumpang tersebut. Dugaan sementara menyebut perahu terbalik akibat hantaman gelombang tinggi atau kelebihan muatan. Namun, kepolisian baru akan memulai penyelidikan mendalam setelah proses evakuasi tuntas.
Pihak kepolisian juga telah membuka posko informasi di pelabuhan terdekat. Fasilitas ini bertujuan membantu keluarga yang ingin memantau perkembangan proses pencarian. Selain itu, polisi meminta warga tetap tenang namun waspada. Warga perlu segera melaporkan temuan puing perahu atau korban di sepanjang pesisir.
Menyikapi kejadian ini, kepolisian mengingatkan pemilik perahu agar memantau prakiraan cuaca BMKG. Langkah ini sangat penting sebelum mereka melaut. Polisi juga menekankan penggunaan jaket pelampung sebagai standar keselamatan minimal. Hal ini penting demi mencegah bertambahnya korban jiwa dalam kecelakaan laut. [Red]









