InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian, keamanan, dan ketertiban pasca-penetapan hasil Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pemangku kepentingan lainnya guna mencegah potensi gangguan.
Fatoni menekankan bahwa ruang gugatan melalui Mahkamah Konstitusi (MK) masih tersedia bagi pihak yang keberatan. Menurutnya, keputusan MK akan bersifat final dan mengikat sehingga semua pihak perlu menghormati proses hukum yang berlaku.
Ia juga mengajak masyarakat Papua agar menahan diri, menghindari tindakan provokatif, dan lebih mengedepankan persatuan.
“Marilah kita bersama menjaga suasana yang aman, damai, toleran, dan harmoni di Papua tercinta,” ujarnya di Jayapura (25/8).
Lebih lanjut, Fatoni menilai Pilkada adalah bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati sebagai wujud kedaulatan rakyat sekaligus kehendak Tuhan.
Dengan situasi yang aman dan damai pasca-PSU, Papua diyakini dapat melangkah maju dalam semangat persatuan menuju kesejahteraan bersama.
Sebelumnya, pada 20 Agustus 2025, KPU Papua menetapkan pasangan Matius Fakhiri–Aryoko Rumaropen (MARIYO) sebagai pemenang PSU. Pasangan nomor urut dua itu meraih 259.817 suara atau 50,4 persen, unggul tipis atas pasangan BTM–CK yang memperoleh 255.683 suara atau 49,6 persen dengan selisih 4.134 suara. [Red]









