InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Untuk memperkuat nilai kebangsaan dan solidaritas antarwarga, masyarakat Kampung Tobati-Enggros, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan pada Selasa (4/11).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air di lingkungan kampung adat.
Gotong Royong dan Persatuan Jadi Landasan Utama
Acara yang mengusung tema “Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Mulai dari Kampung” berlangsung di rumah Ondoafi Petrus Hamadi. Puluhan warga dari dua kampung adat, Tobati dan Enggros, hadir dengan antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan, saling menghargai, dan semangat gotong royong terasa sejak awal acara.
Ondoafi Petrus Hamadi memimpin langsung kegiatan bersama para tokoh adat dan masyarakat. Sejumlah pemimpin adat turut hadir memberikan dukungan, antara lain Yafet P. Sendofaca Dawir selaku Ketua Dewan Adat Tobati-Enggros, Titus Hamadi sebagai Wakil Ketua Dewan Adat, serta Yeri Stenly Hamadi, Ketua DPD BMP-RI Provinsi Papua.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dari tingkat kampung. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa masyarakat adat tetap menjadi pilar utama dalam memperkuat fondasi kebangsaan di Papua.
Dalam sambutannya, Yeri Stenly Hamadi menegaskan pentingnya peran masyarakat adat sebagai penjaga nilai luhur bangsa dan perekat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Keberagaman adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga. Masyarakat adat punya peran besar dalam memperkuat nilai gotong royong dan persatuan dari tingkat kampung. Dari kampung kita kuat, dari persatuan kita jaya,” ujar Yeri.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui seremonial atau slogan. Dengan kata lain, persatuan sejati lahir dari kebersamaan dalam keseharian masyarakat.
Generasi Muda Didorong Jadi Pelanjut Semangat Persatuan
Sementara itu, Ondoafi Petrus Hamadi mengajak warga Tobati-Enggros untuk terus berpartisipasi aktif dalam setiap program pemerintah yang mendukung kesejahteraan rakyat. Ia menilai kemajuan kampung bergantung pada kerja sama, kedisiplinan, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Nilai nasionalisme tidak cukup hanya dengan kata-kata, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kita buktikan dengan saling menghargai, menjaga ketertiban, dan ikut membangun kampung kita sendiri,” tegas Petrus.
Menurutnya, nilai gotong royong dan rasa hormat terhadap sesama menjadi dasar utama bagi kemajuan kampung. Karena itu, masyarakat perlu menjaga semangat kebersamaan agar pembangunan berjalan seimbang antara adat dan modernitas.
Dalam kesempatan yang sama, Petrus juga menaruh harapan besar kepada generasi muda agar menjadi penerus semangat persatuan dan kebersamaan di kampung.
“Anak-anak kita perlu belajar tentang nilai persatuan agar bisa bersatu membangun tanah Papua. Kampung Tobati-Enggros harus menjadi contoh kampung yang rukun dan menjadi teladan bagi kampung-kampung lain,” tutupnya.
Selain sambutan dan diskusi, kegiatan sosialisasi tersebut turut diisi dengan bakti sosial dan ramah tamah antarwarga. Masyarakat saling berbagi pengalaman, berdialog tentang nilai kebangsaan, dan meneguhkan komitmen menjaga perdamaian. Suasana hangat dan akrab menunjukkan bahwa semangat gotong royong tetap hidup kuat di tengah masyarakat adat Tobati-Enggros.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Tobati-Enggros meneguhkan tekad untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta membangun lingkungan yang damai dan harmonis. Dari kampung kecil di tepi Teluk Youtefa ini, semangat kebangsaan tumbuh kembali sebagai dasar membangun Papua yang aman, bersatu, dan sejahtera. [Red]









