InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Jayapura menunjukkan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah dengan menggelar karya bakti di kawasan Tugu Pepera, tepatnya di depan Mall Jayapura, Jl. Dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.45 WIT ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, dan dikoordinir oleh Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua, Djong H. Makanuay, ST., M.M. Hadir pula sejumlah pejabat TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Jayapura, termasuk Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Taufik Hidayat dan Plt. Sekda Kota Jayapura Evert Nicolas Meraudje, S.Sos., M.Si.
Dalam arahannya, Pasiter Kodim 1701/Jayapura, Mayor Inf. Afandi, menekankan pentingnya mengenang perjuangan para pahlawan dan menjaga warisan sejarah sebagai bagian dari jati diri bangsa. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan makna 17 Agustus sebagai simbol kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan.
Setelah doa pembuka, peserta melaksanakan pembersihan area sekitar Tugu Pepera sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang. Kegiatan dilanjutkan dengan upacara kenang sejarah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Kepala Dinas Sosial.
Dalam sambutannya, Djong H. Makanuay menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mengedukasi generasi muda tentang sejarah lokal yang memiliki nilai nasional. “Di tempat ini, para pejuang meletakkan dasar penting bagi kemerdekaan. Maka tugas kita hari ini adalah merawat ingatan dan mewariskan nilai-nilai itu kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penghargaan terhadap jasa para pejuang, kegiatan ini juga diisi dengan pemutaran dokumentasi singkat mengenai sejarah Tugu Pepera serta penyerahan tali asih kepada keluarga veteran dan perintis kemerdekaan oleh Dinas Sosial Provinsi Papua. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh semangat kemerdekaan.

Dengan kegiatan ini, warga Jayapura tidak hanya membersihkan monumen bersejarah, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kemerdekaan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red)









