InfoMatoa, (Merauke) | Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama Bupati Merauke, Yosep Gebze, meresmikan pembangkit listrik tenaga biogas pertama di Tanah Papua. Pembangkit ini berlokasi di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, dan dibangun di kawasan PT Berkat Cipta Abadi, anak perusahaan Korindo Group.
Peresmian ditandai dengan penyerahan izin usaha pengerjaan tenaga listrik dan penandatanganan prasasti, menandai tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan di wilayah Papua Selatan.
Gubernur Apolo Safanpo menjelaskan bahwa pembangkit ini memanfaatkan energi biogas yang berasal dari limbah organik, seperti kotoran hewan dan sisa tumbuhan. Gas metana yang dihasilkan dari proses fermentasi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai bahan bakar kompor dan pembangkit listrik.
Pembangkit listrik ini memiliki kapasitas awal sebesar 2 megawatt dan berpotensi ditingkatkan hingga 5 megawatt.
“Kalau kita tingkatkan menjadi 5 megawatt, maka kita bisa menghidupi satu distrik,” ujar Safanpo.
Gubernur Safanpo juga mengapresiasi kontribusi PT Berkat Cipta Abadi. Menurutnya, proyek ini sejalan dengan program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan di berbagai daerah.
Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi listrik dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Gubernur Safanpo meyakini, pembangunan ini dapat membantu Papua Selatan menghentikan ketergantungan pada BBM dari luar.
“Dengan pembangunan ini, Papua Selatan dapat menghentikan ketergantungan pada BBM dari luar dan mulai swasembada energi melalui sirkulasi internal,” kata Safanpo.
Ia menegaskan pentingnya energi sebagai “kekuatan utama untuk menggerakkan aktivitas manusia maupun mesin.” Peresmian ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi energi lokal secara berkelanjutan.(Red)









