InfoMatoa, (Nabire) | Kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua Tengah terus meningkat dan kini menembus angka 23.188 kasus hingga Juni 2025. Data ini berasal dari rekapitulasi triwulan pertama tahun 2025 yang dirilis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah, menandai tantangan serius bagi upaya pencegahan di wilayah ini.
Nabire dan Mimika Catat Kasus Tertinggi
Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, menyebutkan bahwa kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Nabire dengan 10.705 kasus, sementara Kabupaten Mimika mencatat 8.021 kasus. Kabupaten lainnya mencatat angka lebih rendah: Paniai 2.480 kasus, Puncak Jaya 949 kasus, Dogiyai 689 kasus, Deiyai 263 kasus, Puncak 67 kasus, dan Intan Jaya 14 kasus.
“Lonjakan ini menunjukkan perlunya memperkuat KPA di tingkat kabupaten. Enam kabupaten harus segera melantik pengurus agar bisa bergerak cepat dalam pencegahan dan edukasi HIV/AIDS,” ujar Freny Anouw saat ditemui di Kantor KPA Papua Tengah, Nabire, Sabtu (25/10).
Freny menjelaskan bahwa tingginya angka di Nabire dan Mimika tidak lepas dari minimnya kesadaran masyarakat. Banyak warga menganggap HIV hal biasa, sehingga terlambat memeriksakan diri. Kondisi ini menjadi peringatan bagi kabupaten lain agar waspada dan memperkuat program edukasi serta pemeriksaan dini.
“Banyak warga menganggap HIV hal biasa, sehingga terlambat memeriksakan diri. Daerah lain harus waspada agar kasus tidak meningkat seperti di Nabire dan Mimika,” tegas Freny.
Peran KPA dan Program Pencegahan
KPA Papua Tengah mengapresiasi dua kabupaten, Paniai dan Deiyai, yang telah melantik pengurus dan aktif menjalankan program pencegahan HIV/AIDS. Freny menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.
“Kerja KPA adalah menyelamatkan generasi kita. Semua pihak harus terlibat agar Papua Tengah bebas HIV/AIDS,” tegas Freny Anouw.
Selain itu, penguatan kelembagaan KPA sejalan dengan visi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, untuk mewujudkan “Papua Tengah Terang” dan melahirkan generasi sehat tanpa HIV/AIDS. Program edukasi, pemeriksaan rutin, dan kampanye kesadaran menjadi bagian strategi untuk terus memperkuat upaya menurunkan angka kasus HIV/AIDS.
“Penguatan KPA di setiap kabupaten akan mendukung visi Papua Tengah Terang dan melahirkan generasi bebas HIV/AIDS,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kabupaten lain dapat belajar dari pengalaman Nabire dan Mimika, serta bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat Papua Tengah. Pencegahan dini dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di provinsi ini. [Red]









