InfoMatoa, (Sarmi) | Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Perikanan menggelar Pelatihan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) Tahun 2025 sebagai langkah strategis mendorong penguatan sektor perikanan dan ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Suripno, Kampung Lembah Neidam, Distrik Sarmi, (24/9).
Acara yang dikoordinir oleh Fredik Sawefkoy, S.IP., M.AP, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi, dibuka secara resmi dengan dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Filino Baransano, S.Pt. (Asisten II Kabupaten Sarmi), Mayor Laut (P) Aris Hendriyatno (Danlanal Sarmi), serta para peserta pelatihan dari berbagai kelompok pembudidaya ikan.
Dalam sambutannya, Fredik Sawefkoy menyampaikan bahwa pelatihan ini difokuskan pada pembuatan pakan ikan menggunakan bahan baku lokal agar para pembudidaya dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin pemerintah daerah yang didukung oleh dana Otonomi Khusus (Otsus) dan diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang kami selenggarakan untuk mendukung pengembangan sektor perikanan. Walaupun tahun ini hanya terlaksana di dua distrik karena keterbatasan anggaran, ke depan kami akan memperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Sarmi,” jelas Fredik.
Sementara itu, sambutan Bupati Sarmi Dominggus Catue yang diwakili oleh Filino Barasano Asisten II Bidang Perekonomian menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu potensi utama Kabupaten Sarmi.
Filino menyebutkan bahwa kualitas pakan merupakan faktor penentu dalam keberhasilan budidaya ikan. Oleh karena itu, pelatihan CPPIB menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya sekaligus mendorong inovasi lokal yang berkelanjutan.
“Pakan adalah komponen vital dalam budidaya ikan. Melalui pelatihan ini, kami berharap akan lahir inovasi-inovasi baru dalam pembuatan pakan yang berkualitas, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan pelatihan diakhiri dengan sesi foto bersama, penyerahan name tag peserta, serta dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis oleh narasumber.
Para peserta menyambut positif kegiatan ini karena dinilai dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengembangkan usaha budidaya perikanan secara mandiri.
Dengan terlaksananya pelatihan CPPIB ini, Pemerintah Kabupaten Sarmi berharap sektor perikanan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. [Red]









