InfoMatoa, (Pegunungan Arfak) | Pemerintah Provinsi Papua Barat menggandeng Telkomsel untuk mempercepat pemerataan akses jaringan internet di Kabupaten Pegunungan Arfak, sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital pemerintahan dan peningkatan layanan publik di wilayah pegunungan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Papua Barat, Frans P. Istia, di Manokwari, Minggu (5/10), mengatakan bahwa pihaknya bersama tim teknis Telkomsel telah melakukan pemasangan sekaligus uji coba jaringan internet di sejumlah titik.
“Pada Jumat (3/10) kami sudah melakukan uji coba di Distrik Hingk, tepatnya dekat kediaman mantan Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy,” kata Frans Istia.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama, pemasangan jaringan outdoor dan indoor di Distrik Hingk mampu menjangkau sekitar 90 kampung yang selama ini mengalami kesulitan mengakses layanan internet.
Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi tersebut, lanjut Frans, akan terus diperluas ke sejumlah wilayah lain seperti Distrik Minyambouw, Distrik Mimbey, Distrik Taige, dan beberapa distrik lainnya. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dapat rampung sebelum November 2025.
“Intervensi jaringan internet ini sejalan dengan visi Gubernur Papua Barat untuk mewujudkan program unggulan Papua Barat Cerdas, Sehat, dan Produktif,” ujarnya.
Frans menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat mengapresiasi dukungan Telkomsel yang telah berkomitmen memperluas layanan jaringan telekomunikasi sebagai bentuk dukungan terhadap program pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi daerah.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, pemerintah daerah dan Telkomsel juga berencana membangun sejumlah Base Transceiver Station (BTS) baru di kawasan Pegunungan Arfak, guna mengatasi keterbatasan akses jaringan telekomunikasi yang masih menjadi kendala utama.
“Fokus pembangunan kali ini diarahkan ke Pegunungan Arfak karena wilayah ini masih menghadapi kesulitan akses jaringan digital,” kata Frans Istia.
Sementara itu, mantan Bupati Pegunungan Arfak sekaligus tokoh adat, Yosias Saroy, menyambut baik langkah pemerintah dan Telkomsel dalam memperluas jaringan internet. Menurutnya, pemerataan akses digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan penanganan serius, mengingat masih banyak pemukiman warga yang berada di kawasan blank spot.
“Kalau jaringan internet sudah tersedia, kami akan lebih mudah mempromosikan potensi sumber daya alam, terutama sektor pertanian dan hortikultura dataran tinggi,” ujar Yosias.
Program pemerataan akses jaringan internet di Pegunungan Arfak ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik di wilayah tertinggi di Papua Barat tersebut. [Red]









