InfoMatoa, (Mamberamo Tengah) | Masyarakat Megambilis di Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, menyelenggarakan tradisi budaya “Putar Papeda Persaudaraan” untuk menegaskan dukungan mereka terhadap program pemerintah. Acara ini juga menjadi wujud rasa syukur, kebersamaan, dan pelestarian nilai-nilai adat Papua.
Komitmen Masyarakat Megambilis
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Megambilis, Sepi Foisa, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana damai. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap pembangunan nasional.
“Kami masyarakat Megambilis menegaskan komitmen untuk menjadi pelopor perdamaian, penjaga persaudaraan, dan pendukung pembangunan nasional.“
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan lima poin komitmen utama. Pertama, mendukung sepenuhnya program dan kebijakan pemerintah pusat untuk mewujudkan kesejahteraan, pembangunan yang berkeadilan, serta Papua yang damai dan sejahtera. Selain itu, mereka berjanji menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan wilayah Megambilis–Kobakma sebagai tanggung jawab moral terhadap NKRI.
Tradisi sebagai Simbol Persaudaraan
Selanjutnya, tradisi “Putar Papeda Persaudaraan” dijadikan simbol persaudaraan dan solidaritas antarwarga. Tradisi ini juga mendorong semangat gotong royong dan kebersamaan yang sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Masyarakat juga berkomitmen mendukung program strategis nasional dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan pembangunan sumber daya manusia.
“Kami siap bekerjasama dengan pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan berkelanjutan.“
Kegiatan ini menegaskan bahwa budaya Papua tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga sarana membangun kesadaran sosial. Selain itu, tradisi ini mengajak generasi muda untuk menghargai adat sekaligus berperan aktif dalam pembangunan.
“Melalui Putar Papeda Persaudaraan, kami menumbuhkan kebersamaan dan memperkuat fondasi pembangunan di tanah Papua.“
Penutup dan Doa Bersama
Acara diakhiri dengan doa bersama dan pembacaan kutipan firman: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9). Selain menegaskan komitmen, momen ini mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan semangat harmonis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. [Red]









