InfoMatoa, (Biak) | Festival Budaya Biak (FBB) Tahun 2025 resmi ditutup pada Senin malam, 20 Oktober 2025, di Lapangan Cendrawasih, Biak Kota. Acara penutupan berlangsung meriah dan khidmat. Pemkab Biak Numfor menobatkan Duta Besar Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, sebagai Duta Wisata Biak Numfor. Pemkab Biak Numfor berharap penobatan ini mendorong Biak menembus pasar pariwisata internasional.
Ribuan masyarakat menghadiri festival yang berlangsung sejak 17 Oktober 2025 ini. Jajaran Forkopimda dan tamu kehormatan Dubes Nico Barito juga ikut hadir. Kehadiran Dubes memberikan perhatian internasional terhadap kekayaan budaya Biak. Selain itu, masyarakat menampilkan antusiasme tinggi sepanjang rangkaian festival.
Komitmen Lestarikan Budaya dan Karakter Biak
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. R. Kapissa, mewakili Bupati Markus O. Mansnembra, menutup festival dengan rasa bangga. Ia menegaskan bahwa FBB bukan sekadar hiburan, melainkan wadah strategis untuk melestarikan budaya dan adat istiadat leluhur.
“Saya menyaksikan semangat luar biasa dari para seniman, anak-anak muda, dan masyarakat dalam menampilkan Munara Fan Nanggi, Apen Bayeren, Parade Wor, dan Suling Tambur.“
Ia menambahkan, semua pertunjukan mencerminkan kekayaan budaya Suku Biak. Pertunjukan ini juga membentuk karakter masyarakat. Lebih lanjut, kebersamaan dan gotong royong selama festival membuktikan bahwa Biak Numfor hanya dapat mencapai kesuksesan melalui kerja sama.
Dukungan Dubes Seychelles untuk Pariwisata Biak
Momen paling menarik adalah ketika Dubes Nico Barito menobatkan dirinya sebagai Duta Wisata Biak Numfor. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kekaguman terhadap Biak dan menyatakan dukungan penuh untuk pengembangan pariwisata dan budaya lokal.
“Kami melihat kesamaan budaya antara Biak dan Seychelles. Nyanyian, lagu, dan tarian selalu selaras dengan alam, menunjukkan cinta terhadap laut dan lingkungan.“
Ia menambahkan, Seychelles siap membimbing Biak Numfor dalam mengembangkan pariwisata dan perikanan. Ia mencontohkan keberhasilan Seychelles yang memiliki 115 pulau dan pendapatan per kapita tinggi berkat fokus pada sektor tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan daya tarik Biak secara global.
Panitia menutup FBB 2025 dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sukses mempromosikan budaya Biak Numfor, tetapi juga menegaskan potensi daerah sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Papua. Pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa terus ditingkatkan dan disosialisasikan lebih luas agar sinergi lintas sektor semakin kuat. [Red]









