InfoMatoa, (Jayawijaya) | Pemuda Kabupaten Jayawijaya diajak menjadi garda terdepan dalam bela negara dan penguatan nasionalisme. Ajakan ini disampaikan melalui seminar wawasan kebangsaan yang digelar pada Jum’at (24/10) di Grand Baliem Hotel, Wamena. Seminar bertema “Bersama Pemuda Membangun Bangsa, Menuju Indonesia Maju, Indonesia Kuat, Masyarakat Sejahtera” menghadirkan Ust. Adnan Yalipele, Ketua MUI Kabupaten Jayawijaya, sebagai narasumber utama. Sekitar 80 pemuda mengikuti kegiatan ini, termasuk Machlon Wandikbo (Ketua GMKI), Perius Wetipo (Ketua BEM UNAIM Yapis), Ikra (Ketua HMI), serta anggota Banser. Kehadiran mereka menambah semarak diskusi dan pertukaran gagasan.
Pemuda sebagai Filter dan Teladan Nilai Kebangsaan
Ust. Adnan Yalipele menekankan bahwa pemuda harus menjadi filter terhadap pengaruh negatif global. Selain itu, ia menegaskan pemuda harus menjadi teladan dalam menanamkan nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan cinta tanah air di lingkungan masing-masing. Ia menjelaskan bahwa bela negara tidak terbatas pada pengabdian militer. Pemuda dapat berkontribusi nyata sesuai profesi masing-masing. Mereka menjaga keamanan, menertibkan lingkungan, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, setiap tindakan positif dari pemuda berdampak langsung pada kemajuan daerah.
“Kemajuan bangsa bergantung pada kreativitas dan semangat generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.” ujar Ust. Adnan.
Menumbuhkan Jati Diri dan Nasionalisme
Seminar menekankan pentingnya keteguhan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, pemuda diajak menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangga terhadap budaya lokal, dan menjaga toleransi antarumat beragama. Dengan demikian, persatuan bangsa tetap kuat di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Sesi tanya jawab memberi kesempatan peserta berdiskusi langsung dengan narasumber. Mereka dapat memahami peran pemuda dalam membangun bangsa secara lebih mendalam. Lebih lanjut, seminar memberikan strategi konkret agar pemuda mampu menanggulangi pengaruh negatif lingkungan dan media.
Selain itu, pemerintah dan masyarakat berharap semangat nasionalisme serta kesadaran bela negara menjiwai pemuda Papua Pegunijawa. Pemuda yang terlibat menjadi agen perubahan dengan integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong mereka aktif dalam pembangunan daerah dan nasional. Dengan demikian, generasi muda menjadi pilar kuat bangsa yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Akhirnya, keberhasilan program ini memperkuat rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, dan loyalitas terhadap negara di kalangan generasi muda. Selain itu, pemuda mampu menyalurkan energi positif untuk membangun masyarakat yang sejahtera, inovatif, dan berdaya saing tinggi. [Red]









