InfoMatoa, (Sorong) | Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) menyalurkan dana hibah sebesar Rp4,1 miliar kepada Fakultas Kedokteran Universitas Papua (UNIPA) di Kabupaten Sorong.
Pemprov PBD menyalurkan dana itu untuk mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan di Papua Barat Daya. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia.
Penyerahan hibah berlangsung secara simbolis pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Rabu (12/11). Panitia menggelar upacara, pemberian penghargaan bagi tenaga kesehatan berprestasi, dan pemotongan tumpeng. Setelah itu, perwakilan Pemprov PBD menyerahkan dana hibah secara simbolis kepada pihak UNIPA Sorong.
Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth, menegaskan bahwa dukungan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah. Selain itu, langkah tersebut menunjukkan komitmen Pemprov PBD untuk memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran di Tanah Papua.
“Fakultas Kedokteran di Sorong diselenggarakan oleh UNIPA dan sudah beberapa kali menamatkan output-nya. Namun tanggung jawabnya tidak berhenti di universitas, melainkan juga di pemerintah.” ujar Yakob Kareth.
Yakob menambahkan, sejak tahun 2020 Pemprov PBD terus memperhatikan Fakultas Kedokteran UNIPA. Pemerintah memberikan dukungan dalam pemenuhan syarat akademik dan teknis dari Kementerian Kesehatan RI agar fakultas tersebut terus berkembang.
“Pemerintah daerah juga memfasilitasi tenaga dokter agar bisa menyelesaikan studinya sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Papua Barat Daya, Jan Pieter Kambu, menjelaskan bahwa dana hibah Rp4,1 miliar digunakan untuk kegiatan operasional dan akademik, bukan untuk pembangunan fisik.
“Tujuannya agar proses belajar-mengajar berjalan lancar, sehingga pendidikan kedokteran di UNIPA Sorong terus meningkat.” ujarnya.
Jan Pieter berharap lulusan Fakultas Kedokteran UNIPA segera berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Ia menilai, kehadiran lulusan baru mampu membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
“Setelah lulus, mereka akan kami tempatkan sebagai tenaga kesehatan di daerah. Bahkan saat masih kuliah pun, mereka sudah ikut membantu pelayanan di rumah sakit dan puskesmas.” ungkapnya.
Melalui program hibah ini, Pemprov PBD memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan. Dengan cara itu, pemerintah berharap lahir tenaga medis Papua yang berkualitas, berdedikasi, dan siap mengabdi bagi masyarakat di seluruh Papua Barat Daya. [Red]









