InfoMatoa, (Supiori) | Dalam upaya membangun masyarakat Supiori yang sehat dan mandiri, Dewan Adat Kampung Sorendiweri menggelar kegiatan Tatap Muka dan Sosialisasi tentang Makan Bergizi Gratis (MBG), Stunting, dan Koperasi Merah Putih di Bamuskam Kampung Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, pada Kamis (13/11).
Utrekt Manampaisem, selaku Mananwir Kampung Sorendiweri, memimpin kegiatan ini. Selain itu, sekitar 30 peserta hadir dari berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perwakilan masyarakat.
Dalam sambutannya, Utrekt Manampaisem menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam membangun Supiori yang baru dan berdaya.
“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tapi ajakan untuk membangun kesadaran kolektif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mari kita jaga semangat kebersamaan agar Supiori Baru yang aman dan damai dapat terwujud,” ujarnya.
Selanjutnya, Alfred Kapisa, Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Supiori sekaligus anggota Tim Satgas Pengawasan Dapur MBG, memaparkan perkembangan program MBG. Ia menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan agar program tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat penerima manfaat.
“Kami memastikan semua dapur MBG, baik yang besar maupun yang terpencil, beroperasi dengan aman dan higienis. Program ini menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, dan masyarakat rentan gizi,” jelasnya.
Alfred juga menyoroti peran Koperasi Merah Putih sebagai mitra penting dalam mendukung program MBG melalui pemanfaatan hasil kebun lokal.
“Kami dorong masyarakat untuk menanam bahan pangan lokal yang bisa disalurkan melalui koperasi. Dengan begitu, ekonomi kampung ikut tumbuh dan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah bisa berkurang,” tambahnya.
Sementara itu, Petrus Amunau, Kepala Kampung Sorendiweri, mengingatkan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pengawasan dapur MBG agar mutu makanan tetap terjaga.
“Kami ingin masyarakat turut mengawasi agar bahan makanan selalu bersih dan aman, sehingga anak-anak kita terhindar dari keracunan dan tetap sehat,” ujarnya.
Delinder Koromat, perwakilan SPPG Supiori Timur, menyampaikan materi kepada peserta kegiatan. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan masyarakat untuk menjaga gizi serta kesehatan anak.
Acara sosialisasi MBG yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama. Harapan besar pun tumbuh dari kegiatan ini yakni agar kesadaran gizi, kemandirian ekonomi, dan sinergi antara pemerintah serta masyarakat adat terus menguat demi mewujudkan “Supiori Baru yang sehat, berdaya, dan bermartabat.” [Red]









