InfoMatoa, (Supiori) | Kegiatan Sosialisasi Kebudayaan Tahun 2025 digelar di Aula Hotel Sapuri, Desa Sorendidori, Distrik Supiori Timur, (14/11). Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Supiori dan dipimpin Asisten I Bupati, Victorius Kafiar, S.S.TP. Lebih dari 50 peserta dari berbagai unsur hadir mengikuti kegiatan.
Dalam sambutan mewakili Gubernur Papua, Victorius Kafiar menegaskan bahwa kebudayaan merupakan identitas dan kekuatan moral masyarakat Papua. Ia menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya benda dan tak benda sesuai amanat UU Pemajuan Kebudayaan dan UU Cagar Budaya.
“Kegiatan ini adalah ruang sinergi untuk memperkuat arah kebijakan kebudayaan berbasis kearifan lokal Papua,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Supiori, Rafles Ngilamele, membuka sesi materi pertama. Ia memaparkan penguatan pelestarian warisan budaya kebendaan. Selain itu, Rafles menjelaskan mekanisme penetapan dan potensi cagar budaya di Supiori.
Robert Oktovianus membawakan materi kedua. Ia memaparkan pelestarian warisan budaya tak benda, termasuk tradisi lisan, ritus, dan praktik budaya seperti Senior Wor serta teknologi Yakama. Selain itu, Robert menekankan pemanfaatan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai fokus utama.
Usai sesi makan siang, peserta mengikuti lokakarya dan FGD mengenai identifikasi warisan budaya lokal, tantangan pelestarian di tingkat distrik dan kampung, hingga penyusunan prioritas program pelestarian budaya di Supiori.
Dalam sambutan penutupnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Supiori menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak. Ia menekankan bahwa pemerintah akan menghimpun seluruh masukan dan langsung memakainya sebagai pijakan menyusun strategi kebudayaan daerah.
“Kebudayaan adalah kekuatan moral dan identitas kita. Hasil dari kegiatan ini harus diwujudkan dalam langkah nyata,” katanya.
[Red]









