InfoMatoa, (Biak Numfor) | PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Biak menyelenggarakan Airport Security Committee Meeting, Airport Emergency Committee Meeting, serta rangkaian Table Top Exercise dan Partial Exercise di Kantor Angkasa Pura I Biak. Kegiatan ini dipimpin oleh Andry Ekonia selaku Pgs. Airport Security, Rescue & Fire Fighting Dept. Head. Sekitar 30 peserta dari berbagai instansi terkait mengikuti kegiatan tersebut, termasuk BASARNAS, Lanud Manuhua, Kodau III, Bea Cukai, Imigrasi, BPBD, Dishub, Pertamina, hingga perwakilan maskapai, Kamis (20/11).
Pentingnya Koordinasi Keamanan Bandara
Dalam sambutannya, Andry Ekonia menegaskan bahwa Bandara Internasional Frans Kaisiepo berperan sebagai simpul strategis penghubung Papua dengan wilayah nasional dan internasional. Ia menyampaikan penjelasan mengenai potensi ancaman keamanan yang kompleks, lalu menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan keselamatan operasional. Andry menekankan pernyataan bahwa keamanan bandara menjadi tugas kolektif seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya otoritas penerbangan.
Latihan Kesiapsiagaan dan Evaluasi Sistem
Selanjutnya, Andry memaparkan sejumlah regulasi yang menjadi landasan pelaksanaan evaluasi dan latihan kesiapsiagaan, mulai dari ICAO Annex 17 dan ICAO Doc 8973. Ia juga menambahkan acuan dari peraturan nasional seperti UU Nomor 1 Tahun 2009 dan PM 9 Tahun 2024. Andry menjelaskan bahwa latihan kontinjensi berfungsi sebagai instrumen penting untuk menguji kesiapan personel, prosedur, serta peralatan dalam menghadapi ancaman. Latihan tahunan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi kelemahan sistem, kemudian memperbaiki prosedur agar respons terhadap ancaman semakin cepat dan terukur.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan simulasi Table Top Exercise menggunakan skenario penyelundupan senjata api dan penyanderaan di area bandara. Simulasi menggambarkan bagaimana Airport Security mendeteksi senjata di pos pemeriksaan, lalu dua pelaku lain melakukan penyanderaan hingga situasi meningkat dari kondisi normal menjadi rawan dan darurat. Dalam skenario tersebut, Crisis Management Team (CMT) menjalankan keputusan strategis, termasuk negosiasi, pelibatan pasukan Kopasgat, serta pemulihan situasi secara menyeluruh. Setelah skenario selesai, pengelola bandara menurunkan status keamanan hingga kembali normal. Mereka kemudian mempersiapkan konferensi pers sebagai bagian dari prosedur standar.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan evaluasi singkat. PT. Angkasa Pura I (Persero) Biak menegaskan komitmennya untuk menyegarkan kembali pengetahuan seluruh stakeholder bandara. Selain itu, AP I juga memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman keamanan maupun non-keamanan. Dengan latihan terpadu ini, para peserta semakin siap memberikan layanan penerbangan yang aman, terukur, dan memenuhi standar internasional. [Red]









